suplemenGKI.com

Jumat, 16 Maret 2012

15/03/2012
Manusia

Manusia

Efesus 2:1-3

Siapa Sesungguhnya Manusia?

 

Surat Efesus ini ditulis ketika Paulus berada di dalam penjara di Roma, untuk kembali mengingatkan jemaat Efesus akan kasih karunia penebusan Kristus dan menjelaskan kekayaan rohani yang dimiliki orang percaya di dalam Kristus (Ef. 1:1-14).  Paulus ingin mengajak jemaat Efesus untuk menyadari keadaan mereka sebelum dan sesudah mengenal kasih karunia didalam Kristus sehingga mereka menghargai kasih karunia itu.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Siapakah manusia menurut Paulus dalam bagian ini? (ay. 1-3)
  2. Bagaimana keadaan manusia sebelum mengenal Kristus? (ay. 2)
  3. Apa tindakan Tuhan dalam hidup jemaat-Nya?
  4. Apakah kita sungguh-sungguh menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan?  Lalu bagaimana sikap kita?

 

RENUNGAN

Ketika seseorang bertanya tentang ‘siapakah manusia?’, maka jawaban terhadap pertanyaan itu dapat diberikan dari sudut biologis, sosiologis atau psikologis dll.  Namun firman Tuhan melalui tulisan Paulus menjawab pertanyaan ini dalam hubungan dengan Allah.  Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah sehingga pertanyaan tentang siapa manusia itu seharusnya dilihat dari sisi Sang penciptanya.   Paulus dengan tegas menyatakan bahwa tanpa Kristus semua manusia: mati, diperbudak dan dimurkai (ayat 1-3).  Ketiga kata ini, yaitu ‘mati, diperbudak dan dimurkai’ melukiskan keadaan manusia dalam hubungan dengan Allah.

Pada hakikatnya semua manusia tanpa kecuali sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa yang telah diperbuat (ayat 1).  Yang dimaksudkan adalah mati secara rohani yaitu tidak dapat mengenal Allah kecuali Dia sendiri yang telah berinisiatif mengenalkan Diri-Nya, tidak memiliki hubungan yang baik dengan Allah kecuali Dia sendiri yang telah memulihkan hubungan itu melalui penebusan-Nya atau manusia tidak dapat melakukan apa-apa dengan dirinya sendiri untuk menyenangkan Allah kecuali anugerah-Nya yang memampukan manusia.  Itulah artinya mati.  Lalu manusia diperbudak (ayat 2).  Apa atau siapakah yang memperbudak manusia?  Melalui ayat 2 Paulus menyebut tiga bentuk: pertama, manusia mengikuti jalan dunia, yaitu nilai-nilai dunia yang menolak Allah.  Kedua,  manusia menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu iblis dan pengikutnya yang berusaha memperbudak manusia menjadi hambanya untuk menentang Allah.  Ketiga, manusia hidup di dalam hawa nafsu daging dan pikiran jahat yang mencerminkan perseteruannya dengan Allah.  Dengan keadaan yang seperti itu maka manusia dimurkai Allah.  Allah murka karena dosa bukan karena temperamen Allah yang tak terkendali.  Murka Allah adalah respons-Nya ketika berhadapan dengan dosa.

Lalu apakah tindakan Allah kepada manusia berdosa hanya berhenti pada ‘murka-Nya’ saja?  Apa tindakan Allah selanjutnya?  Besok kita dapat merenungkan tindakan Allah selanjutnya.  Yang terpenting hari ini adalah renungkan siapa diri kita di hadapan Tuhan?  Apa yang sudah kita lakukan di hadapan Tuhan?  Apakah kita masih hidup di dalam pelanggaran dan dosa di hadapan Tuhan?

 

Dengan menyadari siapa diri kita di hadapan Allah maka mengantar kita lebih dalam mengenal siapa Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«