suplemenGKI.com

Jumat, 16 Juli 2010

15/07/2010

Kolose 1:21-29

HIDUP YANG MEMBERITAKAN KABAR BAIK

Firman Tuhan yang telah kita baca memperlihatkan bagaimana Rasul Paulus menasihatkan kepada jemaat Kolose untuk tetap teguh berpegang pada kebenaran Injil yang telah mereka dengar, di tengah-tengah tantangan berbagai ajaran dan budaya yang semakin berkembang di Kolose (cth. sinkretisme).  Rasul Paulus juga memberikan teladan bahwa dirinya hanyalah pelayan Injil yang harus terus berjuang agar melalui dirinya orang dapat melihat Injil kebenaran.

  • Menurut Rasul Paulus, bagaimana seharusnya hidup orang percaya agar berita Injil itu dapat tersebar? (ay.23)
  • Menurut saudara apakah setiap orang percaya adalah pemberita Injil?
  • Apakah saudara mau menjadi pemberita Injil itu?

RENUNGAN

Rasul Paulus adalah hamba atau pelayan Kristus yang membaktikan seluruh kehidupannya bagi Tuhan Juruselamatnya. Ia mengasihi Kristus dengan memberikan seluruh dirinya. Penderitaan dari pihak penentang yang tidak percaya Injil, ditanggungnya. Ia tidak peduli dengan penderitaan yang dialaminya asalkan orang-orang mengenal dan percaya kepada Kristus, tetap beriman teguh dan menjadi dewasa rohani. Bila keadaan rohani jemaat seperti itu, ia bersukacita walaupun harus menderita. Penderitaan yang dialami tubuh Rasul Paulus oleh cambuk dan pukulan tidak berkaitan langsung dengan dirinya sendiri melainkan dengan jemaat Kristus. Dengan kata lain, ia menanggung penderitaan dari pihak dunia karena ia melayani jemaat Kristus (ay.24).

Atas kehendak Tuhan, Paulus memberitakan firman-Nya kepada jemaat Kolose. Ia adalah orang yang dipercaya Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya (ay.25). Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dari generasi ke generasi itu ialah Kristus. Kepada mereka yang sudah menerima Kristus, Paulus mengajarkan firman Tuhan dengan tujuan supaya setiap pengikut Kristus menjadi dewasa secara rohani (ay.26-28). Rasul Paulus berusaha mendewasakan kerohanian jemaat Kolose bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi mengandalkan kuasa Tuhan yang telah memanggil dan mengutusnya (ay.29).

Bagaimana caranya agar hidup kita menjadi pemberita Injil? Orang disekitar kita melihat perbuatan kita sehari-hari.  Masalahnya adalah perbuatan kita sehari-hari adalah cetusan dari apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Oleh karena itu kita perlu mengisi hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan. Firman Tuhan yang diresapi dan tertanam dalam hati kita akan menghasilkan perbuatan baik, yang menyegarkan orang lain dan menyatakan kebenaran Injil.  Maka penting bagi kita membaca firman Tuhan sebagai dasar hidup, agar iman kita semakin teguh dan hidup kita memberitakan firman itu.  Setiap kita, orang percaya adalah pemberita-pemberita Injil yang harus memulainya dari sekarang!

Karena Kristus, aku tetap menjadi pemberita firman Allah dalam seluruh hidup dan dengan kuat kuasa-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*