suplemenGKI.com

DASAR HIDUP BARU

I Petrus 3:18-22

 

PENGANTAR
Ibarat bangunan yang kekuatannya sangat ditentukan oleh kualitas fondasi.  Mengabaikan fondasi sama halnya mempersiapkan kehancuran bangunan itu sendiri.  Demikian juga dengan kehidupan kita.  Bacaan kita hari ini menegaskan ulang tentang apa yang menjadi dasar hidup baru.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 18           : Kebenaran apa yang saudara pelajari tentang Yesus dan manusia?
  • Ayat 22           : Apa dasar hidup baru yang dituliskan rasul Petrus?
  • Apa yang menjadi dasar hidup kita?  Apa dampaknya dalam perjalanan hidup?

Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum bisa memastikan penyebab ambruknya selasar Mezzanine Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia.  Namun, menurut Kepala Balitbang PU, Danis Sumadilaga, ada dua kemungkinan yang menyebabkan selasar tersebut ambruk.  Pertama, disebabkan faktor konstruksi saat pertama kali dibangun.  Faktor kedua, terkait beban konstruksi.  Setiap selasar memiliki kapasitas beban maksimum untuk digunakan.  Faktor terakhir ini yang diduga diabaikan, sehingga kemudian ambruk dan mengakibatkan korban.

Kekuatan bangunan ibarat kehidupan iman orang percaya.  Sedangkan beban atau tekanan menjadi batu uji, apakah kehidupan iman orang percaya dapat bertahan dan tidak ambruk di tengah tantangan jaman?  Apakah yang menjadikan kehidupan beriman bisa bertahan?  Petrus melalui surat pribadinya meneguhkan status para jemaat Kristen perdana yang menjadi pendatang di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia sebagai “orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah,…” (I Pet.1:2).  Bagi Petrus, “status” merupakan fondasi iman yang menentukan respons.  Apapun tantangan, kesulitan dan bahkan kemudahan yang dihadapi, kehidupan iman orang percaya harus bersesuaian dengan statusnya, “taat kepada Yesus Kritus” (I Pet.1:2).   Mengapa harus taat?  Sebab “Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (ay.18).  Tidak ada kebenaran lain yang layak menjadi “fondasi iman”.  Kristus satu-satunya pribadi “yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga” (ay.22).  Itu sebabnya, segala “malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukan kepada-Nya” (ay.22).  Kebenaran ini bukan sekadar pengalaman iman, tetapi juga menjadi dasar kehidupan baru di dalam Tuhan.   Sebaliknya, kehidupan iman yang tidak berlandaskan karya keselamatan Kristus, hanya akan menghasilkan kerapuhan dan kesia-siaan.  Mari membuktikan status iman kita melalui karya yang membangun kehidupan, bersama Kristus.

REFLEKSI
Mari kita renungkan: iman dan perjalanan hidup kita semakin kuat jika hidup baru yang kita miliki berfondasikan pada pengalaman iman ditebus dan diselamatkan Yesus.  Sehingga dalam keadaan apapun tidak mudah menyerah, putus asa, menyalahkan Tuhan, mengeluh, dll.

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku untuk memiliki hidup baru yang berlandaskan pada iman karena Engkau sudah menebus dan menyelamatkan hidupku.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau semangat bekerja, melayani bahkan berjuang menyelesaikan persoalan yang rumit dalam hidupku sebagai wujud hidup baru yang berlandaskan pada iman ditebus dan diselamatkan Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«