suplemenGKI.com

 

Yesus Memberi Kekuatan

Yesus Memberi Kekuatan

Roma 16:25-27

“Allah Berkuasa Menguatkanmu”

Kalau kita memperhatikan dengan baik, maka kita akan melihat bahwa sebenarnya ayat 25 – 27 ini merupakan satu kalimat yang panjang. Pada umumnya, kalimat penutup adalah kalimat yang penting. Sebab, sama seperti makan, kalimat terakhir itulah yang akan berkesan dan dibawa pulang oleh Pembaca atau Pendengar. Jadi, perikop singkat ini patut menjadi bahan perenungan kita bersama hari ini.

-  Pernahkah Saudara merasa lemah dalam menghadapi hidup ini? Apa yang Saudara lakukan jika perasaan tersebut datang menyerang?

-  Hal-hal apa saja yang dinyatakan rasul Paulus tentang Injil? Apakah artinya bagi kehidupan Saudara?

Renungan

Kalimat penutup yang panjang ini mengajarkan kita bahwa Allah “berkuasa menguatkan kamu”. Melalui pernyataan ini, rasul Paulus mengingatkan para pembaca suratnya bahwa Allah itu memiliki kuasa. Dia bukan Allah yang lemah, tak berdaya, melainkan Allah yang memiliki otoritas. Kabar yang menggembirakan hati adalah bahwa Allah memakai kuasa-Nya itu untuk menguatkan kita. Dengan kata lain, Allah yang memiliki kuasa atau daya itu memakai kuasa atau daya-Nya itu untuk membuat kita yang tak berdaya serta lemah menjadi kuat. Kadang kita merasa tak berdaya menghadapi hidup ini. kita merasa kehilangan kekuatan untuk melanjutkan hidup ini. Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa Allah yang berkuasa itu memiliki otoritas untuk memberdayakan kita.

Paulus kemudian menghubungkan pernyataan “Allah berkuasa menguatkan kamu” itu dengan Injil – kabar baik – yang diberitakannya. Berkaitan dengan hal ini rasul Paulus mengungkapkan tiga hal.

Pertama, Injil itu adalah rahasia yang didiamkan berabad-abad. Selama berabad-abad Allah “menyembunyikan” Injil ini dan hanya menyatakan gambaran / kiasannya saja kepada manusia. Contohnya adalah pengajaran korban-korban yang dipraktekkan dalam kehidupan bangsa Yahudi, semuanya adalah gambaran dari apa yang akan terjadi. Tapi semua disampaikan secara samar.

Kedua Injil itu sekarang telah dinyatakan. Akhirnya apa yang tersembunyi itu dinyatakan kepada umat manusia, yaitu ketika Kristus berinkarnasi. Penulis surat Ibrani menyatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,  maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya,” (Ibr. 1:1-2a)

Ketiga, Injil itu diberitakan oleh kitab para nabi. Ada dua hal yang terkait dengan hal ini. Pertama, pemberitaan ini ditujukan “kepada segala bangsa”. Pengajaran ini selaras dengan kalimat terakhir Tuhan Yesus sebelum naik ke surga (dalam versi Matius), di mana Kristus memerintahkan “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Pemberitaan Injil itu harus ke segala bangsa, karena Allah tidak menginginkan kebinasaan seseorang, melainkan keselamatan orang tersebut. Kedua, pemberitaan ini bertujuan “untuk membimbing manusia kepada ketaatan iman”. Hal ini menegaskan bahwa pemberitaan di sini tidak bersifat informatif belaka, tetapi bertujuan untuk membimbing. Jadi ada tindakan aktif yang dilakukan agar orang tersebut memiliki kehidupan yang taat. Atau menurut pesan Tuhan Yesus artinya menjadikan orang-orang itu memiliki kehidupan yang taat sebagai seorang murid di hadapan Allah.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»