suplemenGKI.com

Hamba Yang Setia

Lukas 12:41-48

 

Pengantar
                Di Jaman ini, mencari orang-orang untuk dapat dipercayai semakin-lama semakin sulit, karena semakin banyak orang yang memiliki kecenderungan hidup dalam keegoisannya. Segala sesuatu yang menguntungkan dirinya akan dikerjakan dengan baik, bahkan ia/mereka tidak peduli dari mana ia/mereka berasal, yang penting ia / mereka mendapatkan untung. Kalau mendapatkan orang kepercayaan sulit, maka kita juga akan sulit mendapatkan orang yang setia dengan apa yang dikerjakannya. Bagaimana Alkitab berbicara tentang hamba yang setia?

Pemahaman
Ay 41, Apa yang dikatakan Petrus kepada Tuhan Yesus?
Ay 42-44, Apa yang Yesus katakan tentang pengurus rumah yang setia?
Ay 45-46, Apa yang Yesus katakan tentang hamba yang tidak setia?
Ay 47-48, Apa yang seharusnya dilakukan oleh hamba yang setia?

Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa berjaga-jaga dalam hidup ini,  bahkan Yesus menempatkan murid-murid-Nya sebagai hamba-hamba-Nya. Petrus bertanya kepada Yesus, apakah yang dimaksudkan dengan perempamaan itu adalah murid-murid-Nya?

Yesus menjawab berbahagialah menjadi pengurus rumah dari tuan yang mempercayakan kepadanya. Pengurus rumah memiliki tanggungjawab yang besar yaitu mengurus seluruh orang yang ada dirumah itu serta mengelola harta yang dipercayakan kepadanya. Kalau pengurus rumah itu bijaksana dan setia maka ia menjadi orang yang berbahagia ketika ia dapat melakukan tugasnya dengan baik waktu tuannya datang. Pengurus rumah tersebut statusnya tetap sebagai hamba di hadapan tuannya, sekalipun ia berhak mengatur orang-orang lain yang ada di dalam rumah tersebut.

Namun Yesus juga mengingatkan bahwa ada kemungkinan pengurus rumah yang hatinya jahat dan tidak setia dengan tuannya. Ketika ia mendapat tugas untuk mengatur dan mengelola rumah tuannya, ia mulai berpikir tuannya lama sekali tidak datang-datang, ia memukuli hamba-hamba yang dibawah penguasaannya, dan akhirnya ia menyalah gunakan harta miliki tuannya untuk berfoya-foya. Pada saat tuannya datang dan mendapati hambanya tidak setia maka tuannya akan mengenyahkan dia dari hadapannya.

Yesus ingin mengingatkan kepada murid-murid-NYA bahwa menjadi hamba yang setia dan bijaksana atau hamba yang jahat adalah sebuah pilihan dan menanggung konsekuensinya masing-masing.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah saudara sudah menjadi pengurus rumah yang setia dan bijaksana (mengelola apa yang sudah Tuhan berikan)?

Tekadku
Ya Tuhan, sering kali kami menjadi pengurus rumah yang tidak setia dan tidak bijak karena apa yang kami dapat dari Tuhan, kami habiskan untuk kesenangan pribadi. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Belajar menjadi pengurus rumah yaitu dengan mengelola apa yang Tuhan sudah percayakan kepada saya dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«