suplemenGKI.com

II Timotius 3:14-17

BERPEGANG PADA KEBENARAN

Bacalah II Timotius 3:10-17.  Perikop ini merupakan nasihat Paulus kepada anak rohaninya yaitu Timotius.  Timotius dingatkan untuk waspada terhadap ancaman dari luar yaitu ajaran sesat yang dapat mempengaruhi hidup beriman orang percaya.

  • Apa tantangan yang dihadapi Timotius sehingga Paulus merasa perlu mengingatkan agar tetap berpegang pada kebenaran Firman Tuhan yang telah didengarnya sejak kecil?
  • Timotius diajak untuk meneladani Paulus.  Siapakah Paulus yang patut diteladani? Apakah identitas dan kesetiaan Paulus sudah teruji?
  • Dalam keadaan yang seperti apa kita harus tetap berpegang pada kebenaran Firman Tuhan?  Apakah saat ini kita masih berpegang pada kebenaran Firman Tuhan?

RENUNGAN

Melalui ayat 10 kita dapat mengetahui bahwa Paulus menasihati Timotius bahwa identitas diri Timotius berbeda dengan orang lain, dengan frasa “Tetapi, engkau ….” Paulus menasihati Timotius agar mengambil sikap hidup yang bertolak-belakang dengan para pengajar sesat. Timotius didorong untuk mengikuti teladan hidupnya, yang setia dan senantiasa menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Timotius perlu meneladani pengajaran dan kesalehannya. Ia juga perlu memiliki cara pikir seperti Paulus, memiliki niat untuk melayani Tuhan dengan daya tahan yang dilandasi kasih. Bukan hanya menasihati secara abstrak, Paulus kemudian mengingatkan Timotius tentang apa yang dialaminya sendiri di Antiokhia ketika ia dan Barnabas diusir, di Ikonium, ketika akan dilempari batu oleh masyarakat, dan di Listra, ketika ia dan Barnabas mula-mula disembah, tetapi lalu dilempari batu sampai hampir mati—namun Allah menyelamatkannya. Bahwa menjadi orang percaya harus berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dan tangguh menghadapi persoalan.

Untuk kedua kalinya muncul frasa “Tetapi, engkau …”( ayat 14). Timotius sekarang didorong untuk berpegang teguh pada keyakinan yang dimilikinya sejak muda. Ia telah belajar dari Lois dan Eunike tentang iman kepada Kristus. Ia telah belajar dari Paulus. Ia juga telah belajar dari Perjanjian Lama dan Injil. Semua sumber tersebut membawa Timotius kepada pemahaman yang benar tentang keselamatan di dalam Kristus. Paulus menyatakan bahwa “segala tulisan” merupakan embusan nafas Allah, artinya keluar dari mulut Allah sendiri. Yang dimaksud “segala tulisan” di sini adalah PL ditambah dengan pesan-pesan Injil Kristus yang telah Timotius terima, baik secara tulisan maupun tulisan. Segala tulisan itu menolong orang-orang percaya untuk mendapatkan pengajaran yang benar, menghardik ajaran sesat, mengoreksi kehidupan moral yang keliru, dan menolong orang untuk hidup dalam kesalehan. Tujuan Paulus mengemukakan ini adalah agar Timotius setia dalam pelayanannya dan tetap perpegang pada kebenaran pada dalam situasi dan kondisi bagaiamanapun.

Dalam keadaan yang tanpa persoalan dan pergumulan, kita mudah berpegang pada kebenaran.  Kita mudah mengatakan “amin” atas kebenaran firman Tuhan.  Namun bagaiamana ketika kita menghadapi persoalan dan pergumulan yang terus-menerus tiada henti.  Mampukah kita tetap berpegang pada kebenaran firmanNya?  Mintalah kekuatan Tuhan untuk bisa berpegang pada kebenaranNya dalam situasi dan kondisi bagaimanapun dalam hidup.

Teladanilah mereka yang patut diteladani dan berpeganglah pada Alkitab.  Itulah rahasia pelayanan yang sukses.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«