suplemenGKI.com

BEKERJA DAN BERBUAT BAIK

2 Tesalonika 3:10-13

 

Pengantar
Jika ada pertanyaan untuk kita, “Apakah yang akan saudara lakukan, jika waktu saudara berada di dunia ini tinggal satu hari? Ada dua pilihan: a) Saya akan meninggalkan pekerjaan saya, dan berdiam diri di rumah untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. b) Saya akan tetap bekerja dengan sukacita, menjenguk teman yang sakit dan saya harus tetap melakukan yang terbaik di akhir hidup saya. Manakah jawaban saudara? Renungan hari ini akan menolong kita untuk bisa menjawabnya.

 

Pemahaman

  • Ayat 10      : Apakah maksud dari nasehat Paulus kepada jemaat di Tesalonika, “Jika seorang tidak bekerja, janganlah ia makan.”?
  • Ayat 11-13 : Apa yang menjadi alasan mereka untuk tidak mau bekerja? Melalui nasehat Paulus, sebagai orang yang percaya bagaimanakah seharusnya hidup mereka?

Maksud dari nasehat Paulus di ayat 10 adalah Paulus ingin menekankan agar jemaat bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai wujud iman mereka kepada Tuhan. Selain karena supaya mereka tidak menjadi beban bagi orang lain (Ay.8), Paulus juga ingin supaya mereka menjalankan iman mereka dengan seimbang melalui ibadah dan bekerja. Hal ini dilatar belakangi karena tersebarnya pengajaran tentang “Hari Tuhan” yang membingungkan dan menggelisahkan jemaat (2 Tes.2:1-2).  Memang tidak disebutkan secara pasti siapa penyebar pengajaran itu, tetapi yang pasti sudah membawa dampak cukup besar dalam kehidupan berjemaat: mereka mulai berspekulasi (memperkirakan, menduga-duga) tentang tanda dan waktu datangnya hari Tuhan.  Sehingga ada sekelompok jemaat yang menyikapi dengan berhenti melakukan kerja, lebih mengutamakan ritual keagamaan yaitu berdoa dan ibadah tetapi mengesampingkan pekerjaan sehari-hari.  Mereka berpikir karena hari Tuhan akan segera tiba maka tidak ada gunanya lagi berjerih lelah bekerja.

Nasehat ini diberikan karena ada sebagian orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, tetapi lebih menyibukkan diri dengan berbagai hal yang tidak berguna. Ditambah berkembangnya sikap malas dan menyia-nyiakan waktu. Paulus ingin mengajarkan bahwa pekerjaan adalah anugerah dari Tuhan dan bekerja adalah wujud dari iman kepada Tuhan. Paulus juga berharap supaya jemaat melakukan pekerjaan bukan sebatas untuk memenuhi kebutuhan tetapi merupakan sebuah kesempatan untuk melakukan kebaikan bagi orang lain (Ay. 13).

Refleksi
Renungkanlah: Dalam menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali ini, bagaimanakah cara kita menjalani hidup kita selama ini? Apakah kita sudah menggunakan waktu dan pekerjaan yang Tuhan anugerahkan dengan penuh tanggung jawab?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa mewujudkan iman saya kepada-Mu dengan menggunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan telah anugerahkan dengan baik dan melakukan pekerjaan saya dengan penuh tanggung jawab.

Tindakanku
Mengucap syukur kepada Tuhan untuk pekerjaan, pelayanan dan kesempatan yang Tuhan telah anugerahkan kepada saya hari ini. Saya akan berjanji untuk mengerjakan semua yang Tuhan percayakan ini dengan penuh tanggung jawab dan tidak malas-malasan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«