suplemenGKI.com

Jumat, 15 Maret 2019

14/03/2019

MENANTIKAN TUHAN

Mazmur 27:7-14

 

Pengantar
Menanti adalah sesuatu hal yang terkesan melelahkan. Menanti pun bisa dalam berbagai hal, misalnya: menantikan panggilan pekerjaan, menanti akan hadirnya pasangan hidup, menanti rekan yang tak kunjung datang untuk menjemput, menanti jawaban atas pergumulan, dan sebagainya. Namun sesungguhnya menanti itu mengajarkan kita bagaimana untuk bersabar dan bertekun dalam iman kepada Tuhan. Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat kembali bagaimana fokus hidup Daud yang menantikan Tuhan. Ia berseru dan berdoa memohon agar belas kasih Tuhan hadir dalam hidupnya. Marilah merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 7-8         : Bagaimanakah sikap Daud ketika ia berseru kepada Tuhan dalam doa?
  • Ayat 9,11,12 : Apa sajakah yang menjadi permohonan Daud kepada Tuhan ?
  • Ayat 14          : Apa yang saudara bisa dapatkan dari ayat ini?

Kerinduan Daud untuk selalu dekat dengan Tuhan rupanya juga dibawanya dalam doa dan permohonan. Dengan kerendahan hatinya, ia berseru kepada Tuhan dan memohon belas kasih-Nya (ayat 7-8). Ia mau mengikuti firman-Nya dan berseru mencari-Nya. Di dalam doanya, ia memohon beberapa hal dalam hidupnya:

(1)       Meminta Tuhan untuk tidak menyembunyikan wajah-Nya, tidak membuangnya dan tidak meninggalkannya (ayat 9). Dalam hal ini Daud mencari perkenanan Tuhan atas hidupnya. Ia sadar bahwa dirinya adalah seorang yang seharusnya mendapatkan murka Allah akibat dosa-dosanya di masa lampau.

(2)       Meminta Tuhan untuk menunjukkan jalan kepadanya (ayat 11). Daud memohon agar Tuhan mengarahkannya pada betapa luas, lebar, dan dalamnya pemeliharaan serta topangan Tuhan baginya.

(3)       Meminta Tuhan untuk tidak menyerahkannya kepada musuh (ayat 12). Daud memintanya kepada Tuhan agar ia mendapatkan perlindungan yang kokoh sehingga para musuh tidak menguasainya.

Dalam keseluruhan permohonannya, Daud sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan. Ia sangat menyakini pertolongan yang Tuhan nyatakan dalam hidupnya, meskipun tidak ada orang yang mempedulikannya. Sebab hanya bersama dengan Tuhan, Daud mampu memikul segala beban yang ada. Hal itu dibuktikan di ayat 14 yang mana ia menutup doanya dengan berkata, “Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!”

Refleksi
Daud adalah salah satu tokoh yang mau memfokuskan hidupnya kepada Tuhan. Ia senantiasa haus untuk mencari dan menantikan Tuhan. Renungkanlah: Sejauh manakah kita rindu untuk mencari Tuhan? Orang yang selalu mencari Tuhan adalah orang yang teguh dan siap menghadapi berbagai tantangan bersama dengan Tuhan.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk selalu rindu mendekat kepada-Mu. Aku mau tetap percaya kepada Allah yang hidup dan diam dalam diriku.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk tidak mengandalkan kemampuan diri sendiri maupun orang lain, melainkan dengan keteguhan hati mau mencari dan menantikan Tuhan dalam berbagai situasi yang kuhadapi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«