suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 4 : 30-34.

DARI KECIL MENJADI BESAR.

Di Palestina benih biji sesawi  merupakan  kiasan untuk sesuatu yang paling kecil. Sebagai contoh, “iman sebesar biji sesawi,” berarti “iman yang paling kecil.” Dan sesungguhnya benih sesawi merupakan benih yang sangat kecil akan tetapi bisa tumbuh menyerupai batang pohon, sehingga banyak burung-burung yang bersarang dan bertengger diatas tumbuhan sesawi.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa Kerajaan Allah diumpamakan seperti biji sesawi ?
  2. Pesan apa yang hendak disampaikan dalam perumpamaan ini ?
  3. Bagaimana kita memaknai perumpamaan ini dengan kehadiran gereja ditengah-tengah masyarakat ?

RENUNGAN.

Dalam Perjanjian Lama, salah satu cara yang paling umum untuk menjelaskan suatu kerajaan yang besar adalah menerangkannya sebagai sebuah pohon. Sedangkan bangsa-bangsa jajahan didalam kerajaan tersebut diterangkan seperti burung yang  mencari perlindungan dibawah cabang-cabangnya. [lih. Yehz 17 : 22-]. Jikalau Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang kecil akan tetapi dari biji yang kecil tersebut apabila ditanam maka biji sesawi tersebut memiliki kemampuan bertumbuh menjadi tanaman yang seukuran pohon. Kita dapat melihat kekontrasan antara biji sesawi yang kecil dengan pohon yang besar. Ketika Tuhan Yesus mengajarkan hal ini ada pesan yang hendak disampaikan.

Pertama : jangan berkecil hati dengan permulaan yang kecil.
Memulai segala sesuatu berawal dari kecil dan tidak bisa secara otomatis atau spontan langsung menjadi besar. Untuk menjadi besar dibutuhkan waktu, perjuangan, kerja keras/melakukan berulang-ulang. Tuhan Yesus sendiri memulai pelayananNya dengan memilih murid 12 orang kemudian menjadi kelompok 70 orang, kemudian kelompok 120 orang, kelompok 500 orang dan seterusnya menjadi besar.  Kerajaan Allah memiliki daya/kekuatan/kemampuan  untuk bertumbuh, berkembang menjadi besar. Oleh sebab itu jika sekarang ini kelompok persekutuan kita masih kecil maka kita jangan berkecil hati karna dengan berjalannya waktu akan bertumbuh menjadi besar.

Kedua : kehadiran Kerajaan Allah membawa/memberi  Damai.
Dalam perumpamaan ini dikatakan bahwa, “ia tumbuh dan menjadi lebih besar……mengeluarkan cabang-cabang yang besar sehingga burung-burung ….dapat bersarang dalam naungannya”.  Sebuah kerajaan besar biasanya menjadi naungan bagi kerajaan-kerajaan jajahan [kecil] yang digambarkan dengan burung-burung mencari naungan dibalik rindangnya cabang. Demikian pula dengan Kerajaan Allah [dalam hal ini gereja] kehadirannya ditengah-tengah masyarakat harus dapat memberi pengayoman dan damai kepada setiap orang bahkan masyarakat yang hidupnya bermasalah dan sedang mencari kedamaian.

Kita adalah orang-orang percaya yang nota bene adalah warga Kerajaan Allah seharusnya kita memupuk dua hal tersebut, pertama : menjadikan kelompok persekutuan kita menjadi besar dan hal itu diperlukan peran aktif kita. Kedua : kita harus membawa/memberi  damai Kerajaan Allah  kepada orang lain. sudahkah anda melakukannya ? Amin.

 

Biji sesawi mengingatkan peran kita sebagai warga Kerajaan Allah”

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«