suplemenGKI.com

Jumat, 15 Juli 2016

14/07/2016

Kolose 1:24-29

TUJUAN KABUR, SEMANGAT PUN LUNTUR

PENGANTAR
Mempertahankan semangat pelayanan tidaklah mudah. Apalagi bila kita harus berhadapan dengan berbagai macam situasi yang menuntut kerelaan kita untuk menderita. Sesungguhnya, ini bukanlah hal yang sama sekali baru. Rasul Paulus juga harus menghadapi banyak penderitaan. Namun, Paulus sanggup menghadapi semua itu dan melanjutkan pelayanannya dengan penuh semangat. Apa rahasianya?

PEMAHAMAN
Ay. 24-26   Penderitaan apa sajakah yang telah Paulus alami dalam pemberitaan Injil? (lihat 1 Kor. 4:9-13 dan 2 Kor. 11:23-33). Mengapa Paulus bersukacita akan hal ini? (lihat ay. 29, lihat juga Kis. 9:16 dan 2 Kor. 12:9-10).

Ay. 27-29   Apa tujuan Paulus sehingga ia rela menghadapi semua penderitaan tersebut? Dalam kehidupan Anda sendiri, apakah hal itu sudah terwujud?

Untuk memberitakan Injil, Paulus harus menghadapi berbagai macam penderitaan. Kesaksian Paulus dalam 1 Kor. 4:9-13 dan 2 Kor. 11:23-33 memperlihatkan bahwa penderitaan yang dihadapi Paulus tidaklah ringan. Tidak semua orang sanggup menghadapi semua itu. Namun, Paulus justru bersukacita akan semua itu. Mengapa? Pertama, Tuhan sendiri telah mempersiapkan Paulus menghadapi semua itu (Kis. 9:16). Kedua, melalui penderitaan yang dialaminya, Paulus melihat kuasa Allah yang nyata bekerja di dalam hidupnya (ay. 29; 2 Kor. 12:9-10). Karena itulah Paulus memandang penderitaan yang dialaminya sebagai penggenapan terhadap penderitaan Kristus.

Paulus menanggung penderitaan dengan penuh kerelaan karena ia mempunyai tujuan yang jelas, yaitu menyatakan kehadiran Kristus di tengah-tengah orang-orang yang dilayaninya. Inilah yang disebut Paulus sebagai rahasia yang kaya (sangat bernilai) dan mulia.

Di masa kini, banyak orang melayani dengan berbagai macam tujuan. Namun, tujuan yang utama, yaitu menyatakan kehadiran Kristus, justru sering dilupakan. Tidak mengherankan bila kita melihat semakin banyak orang yang melayani Tuhan namun tidak rela berkorban, apalagi menghadapi penderitaan.

REFLEKSI
Apakah Anda termasuk pelayan Tuhan  yang tangguh menghadapi penderitaan? Apa tujuan Anda terlibat dalam pelayanan?

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku jika selama ini aku melayani dengan tujuan yang salah. Luruskanlah tujuan pelayananku sehingga aku semakin rela berkorban bagi orang-orang yang aku layani.

TINDAKANKU
Aku akan memeriksa diri untuk melihat dalam hal apa sajakah aku masih kurang rela berkorban, dan dalam kesempatan yang terdekat aku akan melakukannya dengan lebih baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«