suplemenGKI.com

Orang Fasik dan Orang Benar

Pemazmur bukan hanya telah mengalami kejahatan dari orang lain, tetapi di pihak lain pemazmur juga mengalami kebaikan Tuhan dan ia pun merenungkannya menjadi puji-pujian dan sekaligus pengakuan percaya. Melalui puji-pujian pemazmur kita akan merenungkan kembali tentang kasih setia Allah dan keadilanNya, sehingga kita tetap berpegang teguh pada kebenaran meski yang lain berbuat jahat dan meninggalkan kebenaran.

  1. Ayat 6-8a: Apa yang menjadi keyakinan pemazmur terhadap Allah?
  2. Ayat 8b-9a: Berdasarkan keyakinan tersebut, apa yang dilakukan pemazmur dan yang juga seharusnya kita lakukan pada masa kini?
  3. Ayat 11-13: Apa yang menjadi permohonan pemazmur?
  4. Bila saat ini Anda melihat kenyataan bahwa orang-orang yang jahat atau tidak benar justru sepertinya menang dan berbahagia, sementara orang benar menderita, bagaimana pandangan Anda? Bagaimana Anda dapat menjadi tetap kuat dalam iman kebenaran/menguatkan yang lain?

Renungan

Kemenangan orang fasik hanyalah semu. Bukan kemenangan yang sesungguhnya bila ternyata mereka sekarang hidup dengan bergelimang harta, kebahagiaan, kesuksesan yang didapat dari kejahatan.  Mereka akan diperhadapkan dengan keadilan Tuhan dan pemazmur meyakinkan kita bahwa Tuhan itu adil dan setia. Ia tidak akan membiarkan orang fasik hidup dengan tenang. Suatu ketika orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh, mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi (ay. 13).

Apa yang diungkapkan pemazmur ini bukan hanya menjadi teguran dan peringatan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan/kecurangan dalam hidupnya, tetapi juga sekaligus memperingatkan orang benar untuk tidak jatuh dalam kesalahan yang sama hanya karena iri hati, kecewa terhadap kemenangan orang fasik.  Kejahatan mereka bukan berarti membenarkan kita untuk berhak melakukan yang lebih buruk atau yang sama buruk dengan yang orang lain lakukan pada kita. Sebab sekali lagi, Tuhan adalah adil dan setia. Dia yang akan menilai dan membalas semua perbuatan kita. Karena itu, orang benar, sekalipun untuk sementara hidup menderita karena ulah orang fasik, percayalah bahwa Tuhan tidak tinggal diam.

Keyakinan akan kasih setia dan keadilan Allah benar-benar harus membuat kita anak-anakNya tetap yakin untuk ‘berlindung dalam naungan sayap Tuhan’ dan ‘mengenyangkan diri dengan lemak dalam rumah Tuhan’, bukan berlindung pada hal-hal yang lain, bukan mengenyangkan diri dengan cara-cara yang tidak sepantasnya dinikmati oleh anak-anak Tuhan.

Karena sedemikian berharganya kasih setia dan keadilan Allah, maka timbulah permohonan doa agar kiranya mereka yang telah mengenal kasih Tuhan tetap tinggal dalam persekutuan dengan Tuhan. Permohonan yang lahir berangkat dari kesadaran bahwa berurusan dengan orang fasik, jahat, bukanlah hal yang mudah. Sebab seringkali kita pun ikut berubah menjadi jahat.

Dengan demikian Mazmur ini menjadi kesaksian yang menguatkan bahwa bersama Tuhan, keadilan dan kebahagiaan yang sesungguhnya terjamin bagi mereka yang hidup dalam ‘lindungan sayapNya’, yang tetap berserah dan mau mengikuti pimpinanNya.

Senantiasa berada dalam naungan Tuhan menjadi jaminan kemenangan dalam situasi yang sepelik apa pun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*