suplemenGKI.com

Jumat, 15 April 2016

14/04/2016

Jangan Kamu Kuatir

 

Lukas 12:22-32

 

Pengantar
Ketika menjalani kehidupan ini, ada banyak hal yang terjadi dan yang akan terjadi.Manusia hanya tahu apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi, untuk apa yang akan terjadi manusia tidak mengetahui. Sering kali rasa keinginan tahu akan masa depan menggoda manusia untuk mencari tahu dan akhirnya pergi ke peramal-peramal atau ke para normal. Mereka pergi ke sana ingin memastikan bagaimana masa depannya atau keluarga. Sesungguh banyak orang yang kuatir akan masa depannya, bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan hal kekuatiran?

Pemahaman
Ay 22-23, Apa yang dikatakan Yesus berkaitan dengan hal kuatir?

Ay 24-26, Pelajaran apakah yang ingin diberikan Tuhan Yesus berkaitan dengan burung-burung gagak?

Ay 27-29, Apa yang Tuhan Yesus ingin ajarkan dengan bunga bakung dan rumput?

Ay 30-32, Apa hubungan antar kuatir dengan bangsa-bangsa di dunia.

Setelah Yesus berbicara tentang ketamakan duniawi, pada bagian ini Yesus berbicara tentang kekuatiran. Yesus menasihati para murid dan orang banyak untuk tidak kuatir dengan apa yang hendak dimakan dan dipakai pada tubuh ini. Yesus mengingatkan bahwa hidup lebih penting dari makanan dan tubuh lebih penting dari pakian. Dengan segera Yesus memberikan gambaran burung-burung gagak yang tidak menabur dan menuai bahkan tidak mempunyai lumbung untuk menyimpan makanannya, namun burung-burung gagak itu dipelihara oleh Allah. Yesus mengingatkan bahwa manusia jauh lebih hebat dibanding dengan burung-burung itu.

Untuk masalah pakaian, Yesus memberi tahu bahwa bunga bakung tidak memintal dan menenun, namun keindahan dari bunga bakung tidak tertandingi sekalipun dengan pakaiannya raja Salomo. Bahkan untuk rumput di ladang yang usianya pendekpun tetap dipelihara oleh Allah.

Mereka yang kuatir itu adalah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, mereka hanya mengandalkan diri mereka sendiri dan kekayaan dan kekuatan bangsanya.

Sedangkan orang yang percaya semestinya terus dapat mengandalkan Tuhan dalam segala hal, termasuk makan, pakaian dan bahkan masa depannya.

Tuhan Yesus mengajarkan orang yang percaya untuk senantiasa mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, maka sesungguhnya Tuhan akan mencukupi segala keperluan kita.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan sejauh mana saya mengandalkan Tuhan dalam hidup ini? Sudahkah saya menyerahkan segala pergumulan hidup saya ke dalam tangan Tuhan?

Tekadku
Ya, Tuhan ampuni kami yang sering kali mengandalkan harta, kepandaian, dan relasi kami dengan orang lain, Ajarkanlah supaya kami belajar mengandalkan Engkau dalam hidup ini.

Tindakanku
Hari ini akan saya mulai dengan mengandalkan (melibatkan) Tuhan, mulai bangun tidur, ke tempat pekerjaan dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«