suplemenGKI.com

Roma 11:25-36

KASIH KARUNIA vs KESOMBONGAN   

 

Pengantar
Perikop ini menulis bagaimana Paulus memaparkan rencana keselamatan Allah bagi umat-Nya.  Ayat 25-27 menyingkapkan kepada orang-orang Kristen nonYahudi tentang rahasia penyelamatan Allah.  Ayat 28-31 mengandung garis merah (inti) sejarah keselamatan, yang maknanya ditunjukkan dalam ayat 32.  Yang akhirnya melahirkan nyanyian pujian kepada Allah yang Mahakasih atas kasih karunia-Nya (ayat 33-36).

Pemahaman
Ayat 25-26: Siapa Israel dan bagaimana Allah memberikan perjanjian kasih karunia-Nya?

Ayat 28-32: Apa inti sejarah keselamatan Allah sebagai wujud kasih karunia-Nya?

Bagaimana respon kita atas keselamatan sebagai wujud kasih karunia Allah itu?

 

Perikop ini dipaparkan oleh rasul Paulus untuk mencegah kesombongan orang-orang Kristen nonYahudi terhadap orang Yahudi.  Rasul Paulus menganggap penting untuk menyingkapkan rahasia tentang rencana keselamatan bagi orang Yahudi dan nonYahudi (ayat 25).  Israel yang tegar tengkuk, namun Allah menerima kembali.  Setelah bangsa-bangsa lain diselamatkan bangsa Israel pun diselamatkan (ayat 26-27).  Keselamatan diperoleh semata-mata karena kemurahan Allah (ayat 30-31), dan disambut dengan iman bukan karena kebaikan yang sudah dilakukan Israel.  Keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus.  Jadi, Paulus bicara tentang dua pihak yang sama berdosa dan tidak layak, oleh iman dalam Yesus Kristus boleh diselamatkan.

Oleh sebab itu, dalam memaparkan kasih karunia-Nya itu Paulus kemudian mengakhirinya dengan puji-pujian kepada-Nya.  Seolah-olah Paulus telah  ”kehabisan kata” untuk menegaskan kasih karunia Allah.  Dia mengakhirinya dengan pujian untuk meninggikan Tuhan Allah.  Paulus mengajak bangsa Yahudi dan nonYahudi untuk melihat kebaikan Allah dan memujikan kebaikan-Nya itu agar mereka tidak menyombongkan diri dihadapan bangsa-bangsa lain.  Bagaimana dengan kita?  Masihkah kita menyombongkan diri ketika berhadapan dengan kasih karunia Allah?

 

Refleksi
Semua kita pun tidak bisa lagi menyombongkan diri.  Di hadapan keajaiban diri Allah, hikmat dan kasih karunia-Nya, karya-karya-Nya yang ajaib, kita hanya dapat tunduk bersyukur, tengadah dan memuliakan Dia.

 

Tekadku
Tuhan tolonglah aku untuk terus menghayati rencana keselamatan Allah dalam hidupku sebagai wujud kasih karunia-Mu.  Biarlah aku merendahkan hati melalui puji-pujian di hadapan-Mu.

 

Tindakanku
Nyanyikan pujian ‘Kemurahan-Mu Lebih dari Hidup” dengan segenap hati di hadapan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«