suplemenGKI.com

Bacaan : Yakobus 3 : 9 – 12.

PERKATAAN YANG MENJADI BERKAT ATAU KUTUK

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai, bagaimana seorang Kristen menjalani kehidupannya, dengan kenyataan yang berbeda. Perhatikan saja bagaimana mereka kebaktian di gereja! Mereka dapat berbakti, memuji Tuhan dengan khusuk dan saleh bahkan ketika selesai kebaktianpun masih bertutur sapa dengan sangat santun. Akan tetapi hal itu ternyata tidak bertahan lama, karena ditengah keluarga dan masyarakat sangat berbeda, perkataannya berubah menjadi teriakan, umpatan, makian, seronok, kutukan dan lain sebagainya. Bagaimana hal itu bisa terjadi dalam kehidupan orang Kristen? Mari kita melihat kebenaran Firman Tuhan.bertutur sapa dengan sanan

Pertanyaan Penuntun :

  1. Apa yang dimaksud dengan pernyataan dengan lidah kita memuji Tuhan, dan dengan lidah kita mimaksud dengan pernyataan dengan lidah kita memuji Tuhan,engutuk manusia ? (ayat 9 -10) Mengapa bisa terjadi ?
  2. Gambaran apa yang dipakai oleh Yakobus untuk menjelaskan kata-kata yang mengandung berkat dan kutuk ? (ayat 11-12) Mengapa demikian ?
  3. Berkat apa yang kita  dapatkan dari bacaan hari ini ?

RENUNGAN

Salah satu ciri dari seorang Kristen yang sudah lahir baru adalah konsisten dalam berkata-kata atau kata-katanya menjadi berkat bagi orang lain.  Mengapa demikian? Sebab seorang yang sudah lahir baru akan terjadi perubahan dalam hidupnya, baik hati, sikap maupun kata-kata, sehingga perbuatan dan kata-katanya menjadi berkat bagi orang lain. Walaupun demikian, untuk menjaga agar setiap perkataannya menjadi berkat tidaklah mudah, karena dalam kenyataan yang sering kita jumpai adalah masih banyak orang-orang Kristen yang berkata manis manakala berada dalam lingkungan ibadah/persekutuan akan tetapi didalam kehidupan keluarga dan pekerjaan ia biasa mengumpat bahkan mengutuk. Nah, justru kenyataan seperti itulah yang dijumpai oleh Rasul Yakobus dalam kekristenan saat itu, sehingga Rasul Yakobus-pun mengatakan, “Hal ini, Saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi”. Kata-kata kita harus konsisten, yaitu harus mencerminkan kehidupan  Kristen yang sudah lahir baru atau mencerminkan jati diri kita sebagai seorang Kristen. Dalam hal ini Rasul Yakobus menggambarkan dengan dua hal, pertama : sumber mata air. Jika kita mencermati, di dunia ini tidak ada satu sumber mata air yang dapat memancarkan air tawar dan air pahit secara bersamaan. Satu sumber hanya dapat memancarkan satu jenis air. Apa maksudnya? Maksudnya bahwa orang Kristen yang sudah lahir baru, dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, sumbernya adalah Roh Kudus,  sehingga kehidupan dan perkataannya harus menjadi berkat. Jika ada orang Kristen yang perkataannya tidak menjadi berkat maka ada yang salah dengan orang Kristen tersebut. Kedua : gambaran pohon yang menghasilkan buah. Dengan jelas Rasul Yakobus menanyakan, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Pohon ara akan menghasilkan buah ara, pohon zaitun akan menghasilkan buah zaitun dan pokok anggur akan menghasilkan buah anggur. Dalam banyak perumpamaan orang percaya digambarkan sebagai ranting dan Kristus adalah pokok. Jika demikian maka  orang Kristen harus mengerti bahwa ia menempel pada Kristus Sang Pokok Anggur yang benar. Untuk itu maka orang Kristen harus menghasilkan buah yang baik yaitu buah-buah roh yang harus selalu nampak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perkataannya harus menjadi berkat.

Bagaimanakah dengan Saudara? Apakah perkataan Saudara sudah menjadi berkat bagi keluarga Saudara?  Juga bagi orang-orang dimana saudara berada ? Kiranya Tuhan Yesus memberkati Saudara. Amin.

 

“Perkataan kita adalah cerminan keadaan hati kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*