suplemenGKI.com

1Korintus 3:1-9

 

Tanda Kehidupan Rohani Yang Kekanak-Kanakan

 

Pengantar:
Perikop 1Korintus 3:1-9 ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang perpecahan di jemaat Korintus. Pada perikop sebelumnya Paulus menguraikan mengenai penyebab perpecahan (1:18-2:16) bagian ini ia membahas tentang perpecahan itu sendiri, yang ditandai oleh cara hidup yang iri hati, perselisihan dan kesombongan kelompok. Iri hati, perselisihan dan kesombongan kelompok di dalam jemaat Korintus mengindikasikan bahwa kehidupan rohani mereka masih kekanak-kanakan.

Pemahaman:

  1. Apa yang menjadi penyebab, sehingga jemaat Korintus membentuk kelompok-kelompok yang kemudian bisa menimbulkan perpecahan? (V. 2-4)
  2. Bagaimana Paulus menyadarkan jemaat Korintus agar terbebas dari pengaruh-pengaruh paham Yunani, terkait dengan kemajuan iman? (V. 5-9)

Jemaat Korintus rupanya sangat dipengaruhi oleh faksi-faksi yaitu suatu kelompok-kelompok di dalam masyarakat Yunani yang ditunggangi oleh tokoh tertentu yang suka menonjolkan diri demi kepentingannya, sehingga mempengaruhi anggota kelompoknya. Hal itu bisa menimbulkan perselisihan. Pengaruh tersebut kemudian masuk dalam jemaat dengan mengidolakan rohaniawan tertentu. Puncak pengaruh itu adalah timbulnya golongan-golongan dalam jemaat Korintus dengan mengusung nama-nama seperti golongan Apolos, golongan Paulus, golongan Kefas dan golongan Yesus. Dampaknya terjadilah perpecahan di dalam jemaat, dan itu justru menunjukan bahwa mereka belum dewasa secara rohani dan Paulus menyebut mereka seperti manusia duniawi.

            Di tengah-tengah jemaat yang demikian, Paulus mengingatkan bahwa baik dirinya maupun Apolos tidak lebih dari sekedar pelayan-pelayan Tuhan. Mereka hanyalah alat-alat Tuhan untuk membawa jemaat Korintus mengenal dan mengidolakan Tuhan Yesus saja dalam berjemaat. Paulus mengajak  jemaat untuk tidak boleh memfavoritkan pemimpin atau rohaniawan tertentu, karena itu akan merusak kesatuan jemaat. Yang utama ditinggikan dan diagungkan adalah Allah yang menumbuhkan iman jemaat (v.7) semua yang lain adalah hanya hamba atau alat untuk menolong jemaat mengenal Tuhan.

Refleksi:
Mari kita berefleksi sejenak, adakah di dalam benak kita cenderung memfavoritkan rohaniawan tertentu dalam bergereja? Jika ada segera bebaskan diri dari kecenderungan itu, karena cepat atau lambat akan menimbulkan perpecahan dalam jemaat.

Tekad:
Saya, menyadari bahwa ada orang-orang tertentu yang berprestasi dalam karya layanannya, tetapi semuanya adalah hanya alat Tuhan. Maka saya harus bersyukur untuk hal itu dengan semakin memuliakan Tuhan atas prestasi mereka.

Tindakan:
Saya akan mendukung semua pelayan Tuhan dalam gereja untuk menolong jemaat makin mengenal Kristus sebagai tanda kedewasaan rohani saya, bukan makin memuji pribadi tertentu, melainkan makin memuji-muji Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*