suplemenGKI.com

Hakim-hakim 4:11-24

SANG SUTRADARA AGUNG MEMAMPUKAN UMAT UNTUK BERPIKIR DAN BERTINDAK”

PENGANTAR

Sisera adalah panglima tentara raja Kanaan yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel sebab dia menindas bangsa itu dengan keras (ayat 3). Barak pun merasa gentar menghadapinya,sekalipun Tuhan menjamin kemenangan. Namun demikian ternyata Sisera dibunuh oleh seorang perempuan biasa, bernama Yael, bukan seorang yang gagah perkasa dan pandai berperang.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 18-19: Bagaimanakah sikap Yael menyambut kedatangan Sisera? Mengapa Yael memberi susu, bukannya air sebagaimana yang diminta oleh Sisera?
  2. Ayat 21: Apakah yang dilakukan Yael terhadap Sisera?
  3. Ayat 23: Siapakah Sutradara Agung kematian Sisera?

Yael menyambut kedatangan Sisera yang tidak terduga itu dengan ramah, tenang, dan meyakinkan Sisera akan keselamatannya. Kemudian Yael membuat kenyang Sisera dengan cara memberinya susu, bukan air yang akan menyegarkan Sisera. Dalam keadaannya yang sangat lelah Sisera segera tertidur lelap dan nyaman dengan selimut di tubuhnya. Yael pun segera beraksi dengan cermat, tenang, dan tegar melancapkan patok kemah di pelipis Sisera untuk mengakhiri hidup panglima perang yang ditakuti tersebut. Kematian Sisera yang dramatis di tangan Yael itu sudah dinubuatkan oleh Debora kepada Barak, bahwa Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan (ayat 9). Tuhan adalah Sang Sutradara Agung di balik kisah heroik Yael yang menyebabkan berakhirnya penindasan raja Kanaan atas bangsa Israel (ayat 23).

Sang Sutradara Agung itu juga berkarya atas kehidupan umatNya pada masa kini. Dia merencanakan karya-karya yang agung untuk umat kekasih hatiNya. Dan untuk mewujudkan karya agungNya itu Tuhan melibatkan orang yang kelihatannya mustahil mampu melakukannya. Namun belajar dari bagaimana Tuhan memampukan Yael yang lemah itu bisa mengalahkan Sisera yang kuat. Maka sebagai umat Tuhan kita hendaknya tidak perlu ragu melakukan sesuatu yang kelihatannya mustahil, sebab Tuhan akan memampukan kita. Asal kita meyakini,bahwa hal itu adalah merupakan kehendak Sang Sutradara Agung. Tuhan akan memberi kita ketenangan, kecerdikan, akal budi, dan kekuatan yang kita butuhkan.

REFLEKSI

Periksa diri: Apakah saat ini ada suatu hal yang menggelisahkanku antara ingin tapi tidak berani, tampak terlihat mustahil untuk kulakukan. Hal apakah itu? Sejauh mana aku sudah melibatkan Tuhan dalam ketakutan-ketakutan dan harapan-harapanku?

TEKADKU

Tuhan, aku percaya Tuhan akan memberiku kemampuan untuk berpikir dan bertindak untuk melakukan kehendakMu. Hanya terkadang aku membiarkan diriku dikuasai ketakutan akan apa yang bahkan aku sendiri pun tidak tahu pasti.  Jika Engkau berkenan, buatlah diriku semakin mantap dan berani bertindak sesuai dengan yang Engkau mau. Amin

TINDAKANKU

Mulai saat ini aku tidak akan meragukan kemampuanku untuk berpikir dan bertindak dalam rangka mewujudkan kehendak Tuhan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«