suplemenGKI.com

Jumat, 14 Mei 2021

13/05/2021

SUMBER KEBAHAGIAAN

Mazmur 1

 

Pengantar
Film “Orang Kaya Baru” merupakan film bergenre komedi yang dirilis pada Januari th 2019. Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang selalu dilanda persoalan ekonomi. Suatu ketika sang Ayah dikisahkan meninggal dan ternyata menyimpan warisan sehingga keluarganya mendadak kaya. Sikap mereka pun menjadi berubah drastis saat sudah bergelimang harta. Mereka lebih mementingkan diri sendiri dan cukup mengganggu keharmonisan keluarga. Hingga pada akhirnya mereka bangkrut dan kembali hidup dalam kesederhanaan. Mereka disadarkan bahwa kebahagiaan bukan bersumber dari materi. Saudara, film tersebut sangat menggelitik dan mengingatkan kita bahwa benar adanya jika seringkali kita telah salah dalam menempatkan sumber kebahagiaan yang sejati. Renungan pada hari ini akan menolong kita untuk memahami dan menemukan sumber kebahagiaan sejati yang sesungguhnya.

Pemahaman

  • Ayat 1-3         : Bagaimanakah jalan hidup orang benar di dalam Tuhan? Kebahagiaan seperti apakah yang akan dimiliki oleh orang benar?
  • Ayat 4-6         : Bagaimanakah jalan hidup orang fasik? Apa sajakah yang akan menimpa hidup orang fasik?

Mazmur 1 terdiri dari 2 bagian, yakni kehidupan orang benar dan orang fasik. Orang yang hidup dalam kebenaran akan sangat cinta pada Taurat Tuhan, bahkan ia mau merenungkan Firman Tuhan setiap kali kesempatan itu datang kepadanya (ayat 2). Orang benar sama sekali tidak akan tergoyahkan atau tergoda untuk melakukan kejahatan yang dapat menjauhkan imannya. Oleh karena itu, kehidupan orang benar akan mengalami kebahagiaan yang digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (ayat 3). Dengan demikian, kehidupan orang  benar adalah kehidupan yang rohaninya selalu bertumbuh karena ia mengandalkan pertolongan dari Allah. Ia percaya kepada Tuhan dan tak kuatir akan hidupnya. Ketika mengalami pertolongan Allah, ia juga menjadi berkat bagi orang lain sehingga kehidupannya pun menjadi berdampak.

Lain halnya dengan kehidupan orang fasik. Mereka digambarkan seperti sekam, yaitu kulit padi-padian kering yang mudah tertiup angin (ayat 4). Orang-orang demikian akan mudah terbawa oleh arus dan tidak memiliki ketetapan hidup. Ketika kesulitan menghantam hidupnya, maka ia tidak mencari atau meminta pertolongan Tuhan, tetapi mengandalkan kemampuannya sendiri. Jika orang benar hidup dalam kebahagiaan, berakar, dan berbuah segar, maka orang fasik akan lenyap dan menghadapi penghukuman dari Tuhan.

Refleksi
Pejamkan mata sejenak, hembuskan nafas secara perlahan, renungkanlah: siapakah yang saat ini menjadi pusat kebahagiaan saudara? Pernahkah saudara menyesal karena telah menjadikannya sebagai sumber bahagia? Kebahagiaan tidak bergantung pada harta benda atau apapun yang dimiliki, tetapi kebahagiaan itu bersumber pada kedekatan dan kegemaran pada Firman Tuhan. 

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku masih gemar akan kesenangan duniawi dan bangga atas apa yang telah kuperoleh. Tuntunlah, agar aku mampu mengandalkan-Mu sebagai pusat hidupku.

Tindakanku
Aku akan mendorong keluarga dan teman-temanku untuk membiasakan diri dekat pada Tuhan melalui berbagai persekutuan, baik secara pribadi maupun bersama komunitas.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»