suplemenGKI.com

Jumat, 14 Juni 2019

13/06/2019

Hikmat Dari Tuhan

1 Korintus 2:1-11

 

Pengantar
                Pada pemilu yang lalu banyak orang yang berkata-kata (berjanji) yang manis-manis, yang baik-baik dan yang menyenangkan calon pemilihnya. Bagi caleg yang penting bagaimana memikat hati pemilih untuk mau memilihnya? Segala upaya dilakukan untuk memikat hati pemilihnya termasuk dengan berkata-kata yang baik-baik saja. Apakah nantinya janji-janjinya dilakukan oleh caleg tersebut atau tidak, memang harus dicermati. Kata-kata yang indah inilah yang Paulus pernah katakan kepada jemaat di Korintus, apa maksudnya?

Pemahaman
Ay 1-2, Apa yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Korintus?
Ay 3-5, Apa yang Paulus ungkapkan tentang dirinya dan kekuatan Roh?
Ay 6-7, Apa yang Paulus maksudkan dengan hikmat Allah?
Ay 8-9, Siapa yang dimaksud dengan penguasa dunia ini oleh Paulus?
Ay 10-11, Apa yang Allah lakukan kepada orang-orang yang percaya?

Paulus seorang hamba Tuhan yang penuh dengan kejujuran dan ketulusan hati waktu melayani dimanapun ia berada. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus mengakui bahwa ia datang bukan dengan kata-kata yang indah-indah atau dengan mempermainkan kata yang baik untuk menyaksikan Allah kepada mereka. Paulus juga mengakui keterbatasan fisiknya, yang rapuh. Paulus mengakui bahwa perkataan dan pemberitaan mengenai Tuhan ia lakukan dengan keyakinan akan kekuatan Roh bukan kata-kata hikmat manusia.

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa pertumbuhan iman harus dengan kekuatan Roh bukan karena kepandaian manusia atau dengan kata-kata hikmat manusia, supaya jemaat di Korintus tidak bergantung dengan hikmat manusia.

Paulus ingin menekankan betapa pentingnya hidup dalam hikmat Allah, yaitu orang–orang yang percaya mengandalkan Allah dalam hidup mereka. Karena dunia telah dipenuhi oleh orang-orang yang mengandalkan hikmat manusia dan hikmat dunia, dimana mereka hanya memikirkan kepuasan diri mereka sendiri bukan untuk memuliakan Tuhan.

Mereka yang tidak percaya, entah itu penguasa setempat atau penguasa dunia, mereka termasuk orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang yang tidak mengenal Allah pasti mengandalkan hikmat manusia dan hikmat dunia, tujuan akhirnya hanya kepuasan diri sendiri.

Sedangkan untuk orang-orang yang percaya Tuhan menyediakan hikmatNya untuk dinikmati oleh mereka yang percaya. Tuhan menyediakan hikmatNya untuk mereka yang benar-benar mengasihi Allah, maka seharusnya kita jangan iri dengan orang-orang dunia, karena mereka tidak memilki hikmat dari Tuhan.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Seberapa besar saudara mengandalkan hal-hal dunia? Dan seberapa besar saudara percaya pada hikmat Allah ?

Tekadku
Ya, Tuhan, ampuni kami kalau kami seringkali mengandalkan kekuatan, kepandaian serta harta kami dalam menjalani hidup di dunia ini. Ajarlah kami mengejar hikmat-Mu ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini mencoba berserah kepada hikmat Tuhan, berdoa sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«