suplemenGKI.com

Jumat, 14 Juli 2017

13/07/2017

Siapa Yang Menginspirasi Keputusanmu?  

Roma 8:1-11

 

Pengantar
Dalam kehidupan sehari-hari, manakah yang menjadi pilihan  Anda: makanan yang sehat atau sekedar enak? Makanan yang enak belum tentu sehat. Banyak orang seringkali memilih makanan yang enak tanpa memikirkan apakah ini sehat atau tidak. Orang lebih memikirkan apa yang enak di mulut tanpa memikirkan dampak jangka panjang. Tak sedikit orang lebih memilih rasa enak atau kepuasan sesaat  tanpa memikirkan apakah itu akan membuahkan sakit penyakit dan kematian. Demikian pula dalam perjuangan hidup beriman. Apa yang baik dan benar belum tentu menjadi pilihan sebab orang lebih memilih pada hal-hal yang mendatangkan kepuasan sesaat.  Bagaimanakah  perjalanan iman Anda?  Rasul Paulus mengajak kita  merenungkan pergumulan iman atas pilihan hidup dalam dosa ataukah hidup benar. Marilah kita merenungkannya! 

Pemahaman

  • Ayat 1-4 :  Mungkinkah manusia menyelamatkan dirinya dari penghukuman dosa? Apakah yang telah dilakukan Allah untuk membebaskan manusia dari penghukuman dosa?
  • Ayat 5-8   :   Apakah perbedaan dampak dari keinginan daging dan keinginan Roh?
  • Ayat 9-11: Bagaimanakah kehidupan orang yang telah mempercayakan hidupnya pada KRISTUS?
     

Pada perikop sebelumnya, Paulus menyingkapkan tentang pergumulannya akan dosa dan hidup benar. Dalam perikop ini, ia memberikan jawaban terhadap kedua pergumulan tersebut.

Pergumulan yang pertama: Paulus menjawab di ayat 1-4, yaitu dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman. Ini adalah karya Allah yang tidak dapat dilakukan manusia. Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa dan mengutus Roh Kudus untuk memberikan hidup yang memerdekakan manusia dari kutuk dosa.

Sedangkan pergumulan kedua, Paulus menjawab di ayat 5-8, yaitu hidup menurut Roh, bukan menurut daging. Setiap orang  yang menjadi milik Kristus, hidupnya dipimpin oleh Roh.

Allah memampukan kita untuk hidup kudus dan benar seturut dengan kehendak-Nya dengan mengutus Roh Kudus berdiam dalam diri kita. Allah memfasilitasi kita dengan Roh-Nya agar kita dapat berpikir benar dan memilih apa yang baik dan benar sehingga hidup seturut dengan kehendak-Nya. Persoalannya, apakah kita mau dipimpin oleh Roh Kudus sehingga yang kita ikuti adalah keinginan Roh, bukannya keinginan daging?

Refleksi
Daftarkanlah keputusan-keputusan yang Anda buat selama seminggu yang telah berlalu. Apakah yang menjadi dasar pengambilan keputusan itu? Apakah keputusan itu didasari keinginan Roh? 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk tunduk dalam pimpinan Roh-Mu agar setiap keputusanku membangun hidup, bukan kematian, serta mendatangkan damai sejahtera. 

Tindakanku
Aku akan berdoa memohon hikmat Roh Kudus terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*