suplemenGKI.com

Apakah Hidupmu Berbuah?

Lukas 3:7-9

 

Pengantar
Istilah ‘Kristen KTP’ nampaknya bukan sekadar istilah atau guyonan. Dalam realitasnya, beberapa orang yang beragama Kristen, hidupnya justru jauh dari apa yang seharusnya. Banyak yang mengaku sebagai orang Kristen tapi masih saja bertindak tidak adil, pemarah, sombong, menyebarkan kebencian lewat media sosial, menganggap orang lain rendah, menaruh dendam dan banyak tindakan lainnya yang bertentangan dengan ajaran Kekristenan. Apakah orang Kristen yang seperti ini dapat dibenarkan? Mari kita belajar dari bacaan Alkitab  hari ini.  

Pemahaman

  • Ayat 7-8: Apa yang hendak Yohanes Pembaptis sampaikan? Mengapa Yohanes Pembaptis mengatakan demikian tentang Abraham (ay.8)?
  • Ayat 9: Apa yang dimaksud dengan ‘buah’ dalam ayat ini? Apa dampak dari pohon yang tidak berbuah?

Bacaan Alkitab  kita hari ini merupakan bagian dari perikop tentang Yohanes Pembaptis yang dipakai Allah untuk mempersiapkan jalan-Nya dan meluruskan jalan bagi-Nya (ay. 4). Allah memakai Yohanes Pembaptis untuk membawa orang-orang yang berdosa pada pertobatan. Dalam ayat 7-8 kita akan menemukan ajakan untuk menghasilkan buah pertobatan. Pada ayat 7 kita menemukan bagaimana Yohanes menyapa orang-orang yang mendengarkan khotbahnya dengan sapaan “Hai kamu keturunan ular beludak!” Memulai sebuah khotbah dengan sapaan yang demikian memang di luar kebiasaan. Dalam cara menyapanya, Yohanes benar-benar menunjukkan identitasnya sebagai orang yang hidup di gurun. Yohanes tidak tertarik untuk menyampaikan khotbahnya dengan gaya yang lembut. Ia benar-benar tegas dalam menyampaikan panggilan pertobatan ini. Selanjutnya dalam ayat 8, kita melihat pernyataan tegas Yohanes tentang keturunan Abraham. Dalam ayat ini, Yohanes hendak menyampaikan kepada mereka bahwa sekalipun mereka keturunan Abraham yang akan mewarisi berkat keselamatan namun mereka juga harus mempertanggungjawabkan hidup kepada Tuhan. Tidak tepat bila hanya bangga sebagai keturunan Abraham namun tidak menjalani hidup beriman seperti Abraham.

Lebih tegas lagi dalam ayat 9, kita melihat pernyataan bahwa pohon yang tidak berbuah akan ditebang. Kapak telah tersedia dan siap menebang pohon yang tidak berbuah. Pohon menjadi representasi dari orang-orang percaya. Maka ayat ini dengan jelas mau mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang hidupnya tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang lalu dicampakan ke dalam api (berujung pada kebinasaan). Hidup dalam pertobatan berarti menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama. Pertobatan yang sejati pasti akan menghasilkan buah dan buah yang paling dasar dalam hidup orang Kristen adalah kasih (Gal. 5:22 dan 1 Kor. 13:1-3). Pertobatan yang sejati hanya dapat terjadi bila kita benar-benar hidup dalam Kristus dan menghidupi firman-Nya dalam kehidupan kita. Dalam mempersiapkan diri menanti kedatangan Kristus, mari terus berefleksi, berintrospeksi, dan memperbaiki diri sebelum kita kehabisan waktu dan kesempatan itu berlalu!

Refleksi
Bayangkan Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, lalu Ia menjumpai Saudara dan bertanya, “Anak-Ku, sebagai pengikut-Ku, apa saja yang sudah kau lakukan untuk-Ku dalam perjalanan hidupmu di dunia ini? Apakah engkau telah menghasilkan buah-buah kebaikan yang menjadi berkat bagi sesama? ” Kira-kira, apakah jawab saudara?

Tekadku
TUHAN, mampukan aku untuk hidup dalam pertobatan yang sejati dengan menghidupi firman dan ajaran-Mu dalam hidupku. Aku rindu menghasilkan buah-buah yang menjadi berkat bagi banyak orang.

Tindakanku
Aku akan melakukan pesan Firman Tuhan setiap hari dalam karya baik yang menjadi berkat bagi banyak orang. Aku juga akan bertanya kepada orang-orang di sekitarku, “Apakah mereka telah merasakan buah kebaikan dariku?”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«