suplemenGKI.com

Jumat, 14 April 2017

13/04/2017

Mazmur 118:19-24

 

Rindu pada hadirat Tuhan

Pengantar:

Ada seorang mahasiswa, ia sangat menyukai kegiatan mendaki gunung. Kebetulan di kampusnya ada kelompok mahasiswa pencinta alam yang akan mengadakan kegiatan naik gunung beberapa pekan mendatang. Dia segera mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Karena dia sangat menyukai kegiatan itu maka dia tidak sabar menanti hari pelaksanaannya. Semakin dekat harinya semakin bersemangat dia mempersiapkan diri, sampai terbawa dalam mimpi. Apakah saudara sangat merindukan hadirat Tuhan dalam hidupmu? Mari kita belajar dari pemazmur  yang sangat merindukan hadirat Tuhan.

Pemahaman:

1)      Apakah pesan dari pujian pemazmur ketika dia mengucapkan kalimat di ayat 19?

2)      Apakah yang penting ketika merindukan hadirat Tuhan? (v. 20-21)

3)      Bagaimanakah sikap yang benar ketika masuk dalam hadirat Tuhan? (v. 24)

Mazmur 118 ini merupakan mazmur puji-pujian, maka hampir seluruh syairnya bersifat memuji Tuhan. Tetapi dalam ayat 19 ini justru agak berbeda dengan ayat sebelumnya, ayat 19 ini bersifat permohonan atau permintaan agar dibukakan pintu gerbang kebenaran. Pintu gerbang kebenaran itu berbicara tentang hadirat Tuhan. Berarti untuk masuk di hadirat Tuhan itu tidak sembarangan masuk, melainkan harus membawa hidup yang layak, itu sebabnya di ayat 20 dikatakan “Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya” Maka hanya orang-orang benar yang layak masuk ke dalamnya.

Pemazmur adalah manusia biasa yang penuh ketidaksempurnaan, penuh kelemahan dan keberdosaan. Apakah dia tidak menyadari hal itu, sehingga dia begitu percaya diri merindukan masuk ke hadirat Tuhan? Pada ayat 21-23 Pemazmur dengan gamblang memaparkan siapa dirinya, yaitu 1) Dirinya adalah orang berdosa yang mendapat kemurahan Tuhan. 2) Ia suka berseru kepada tuhan. Ketika ia mengatakan “sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku…Hal itu terjadi dari pihak Tuhan” Itu menunjukkan bahwa kerinduannya masuk hadirat Tuhan adalah karena dia menyadari ketika keberdosaannya dan dengan rendah hati pula menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, maka dia yakin Tuhan telah menyelamatkannya. Keyakinan itulah yang kemudian mendorong dia sangat merindukan hadirat Tuhan. Dan ketika dia berkesempatan masuk dalam hadirat Tuhan, pemazmur menghayati itu adalah anugerah Tuhan (Lih v. 24)

Refleksi:
Saudara, kerinduan masuk dalam hadirat Tuhan, jangan menunggu ketika kita merasa layak, tetapi mulailah dengan ketika kita masih merasa tidak layak, sebab Tuhan memperhatikan dan melayakkan kita yang rindu akan hadirat-Nya.

Tekad:
Tuhan, terkadang aku merasa tidak layak masuk dalam hadirat-Mu, sehingga terkadang enggan beribadah kepada-Mu. Ajarlah aku untuk memiliki kerinduan seperti pemazmur.

Tindakan:
Berjuang setiap minggu untuk masuk dalam hadirat Tuhan, karena dengan demikian berarti saya sangat membutuhkan Tuhan dan Tuhan  akan melayakkanku di hadirat-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«