suplemenGKI.com

RUANG BERSAMA

Kisah Para Rasul 5:12-16

 

PENGANTAR
Claustrophobia adalah bentuk gangguan psikologis yang menimbulkan ketakutan dan rasa cemas parah saat seseorang berada di sebuah ruangan tertutup atau sempit. Apakah gangguan psikologis yang sama, juga bisa terjadi dalam relasi dengan orang lain?  Jikalau ruang publik dipahami sebagai ruang bersama dalam keberagaman, maka sangat mungkin ada orang-orang yang tidak nyaman dengan perbedaan. Apakah gejala psikologis ini menjadi perilaku para rasul di masa pelayanannya?  Bagaimana kehidupan keluarga Kristen masa kini menghayati kehadirannya di tengah masyarakat?  Mari kita baca dan renungkan.

PEMAHAMAN

  • Apa yang terjadi di depan Serambi Salomo?  (ayat 1)
  • Bagaimana para rasul bersikap kepada masyarakat yang datang? (ayat 14-16)
  • Kebenaran penting apa yang saudara pelajari dari sikap para rasul yang harus diterapkan dalam kehidupan keluarga?

Claustrophobia dalam konteks ruang sosial juga sangat mungkin terjadi. Ketakutan yang tidak mendasar menjadi alasan yang menghalangi orang percaya berelasi dengan orang lain. Ruang publik yang beragam dipahami sebagai keadaan yang seolah memicu ketidaknyamanan.  Ruang publik yang jamak dirasakan sebagai keadaan yang menyesakkan dirinya. Memisahkan diri dan hidup terpisah dari masyarakat menjadi satu-satunya cara mengembalikan kenyamanan diri.  Pola kepribadian seperti ini cenderung menuntut orang lain untuk menerima dan mengerti dirinya, apapun alasannya.

Kehidupan para Rasul dan keluarga-keluarga di jemaat perdana bukanlah keadaan yang tanpa persoalan.  Keputusan menjadi pengikut Kristus berdampak pada keadaan sulit yang mereka harus hadapi. Bukan sekadar ancaman ekonomi dan pelayanan, tapi juga kehidupan (nyawa) mereka sendiri.    Artinya, para rasul dan keluarga-keluarga di jemaat perdana lebih punya alasan untuk menolak realitas masyarakatnya sebagai ruang bersama.  Demi alasan keamanan dan kenyamanan, jemaat perdana berhak memilih kehidupan yang jauh dari masyarakat yang memusuhinya.  Kenyataannya tidaklah demikian;  para Rasul dan tentunya dengan dukungan jemaat perdana justru menampilkan kehidupan yang penuh dengan “tanda dan mujizat di antara orang banyak” (ay. 12).  Bahkan kesaksian hidup mereka menjadi berkat bagi banyak orang yang datang “berduyun-duyun” ke Yerusalem (ay. 16), dan “mereka disembuhkan”.

Kehidupan masyarakat sebagai ruang bersama merupakan realita yang harus diterima. Sikap hidup seperti ini dipupuk dari kebersamaan di tengah keluarga.   Keluarga menjadi ruang bersama untuk saling menerima tanpa syarat keunikan masing-masing.  Dengan demikian,  setiap anggota keluarga akan belajar menerima dan mengelola perbedaan di ruang bersama yang lebih besar, Hanya dengan sikap demikianlah, kesaksian hidup pribadi dan keluarga Kristen dapat diwartakan.  Hanya dengan cara menjadi bagian ruang bersama itu, masyarakat akan mengalami kehadiran Tuhan melalui mujizat. Jadi, apapun perbedaan adalah keunikan yang akan memampukan setiap keluarga hidup dan menghidupi ruang bersama, dalam masyarakat hingga menjadi berkat.

REFLEKSI
Mari merenungkan: keluarga menjadi ruang bersama untuk saling menerima dan mendukung keunikan pribadi. Pengalaman ini menjadi dasar setiap anggota keluarga untuk berani mengembangkan ruang bersama dalam lingkup yang lebih luas.

TEKADKU
Terimakasih atas kebenaran Firman-Mu.  Apapun yang menjadi tantangan dalam ruang bersama, keluarga, jemaat maupun masyarakat, aku akan tetap belajar menerima dan membangun kebersamaan yang saling menghargai.   

TINDAKANKU
Tuhan aku mau belajar menerima keunikaan masing-masing pribadi di dalam keluargaku, jemaat dan masyarakat.  Aku mau belajar merayakan ruang bersama dalam kebersamaan yang saling mengampuni.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«