suplemenGKI.com

Matius 22:1-10

JANGAN MENOLAK UNDANGANNYA

PENGANTAR
Di kalangan masyarakat Yahudi pada masa itu, undangan untuk sebuah pesta diberikan dalam dua tahap. Undangan tahap pertama biasanya disampaikan lama sebelum waktu pelaksanaan pesta. Pada tahap ini, waktu pelaksanaan pesta belum diberitahukan karena masih ada kemungkinan berubah. Kepastian waktu pelaksanaannya baru disampaikan pada undangan tahap kedua. Meski demikian, mereka yang telah diundang harus bersiap-siap karena undangan kedua sering kali disampaikan secara mendadak. Penolakan yang diceritakan dalam perumpamaan ini terjadi ketika sang raja mengundang mereka pada undangan tahap kedua, namun mereka belum siap untuk memenuhinya. Perumpamaan ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang telah sejak lama mendapat pemberitahuan mengenai kedatangan Mesias, namun malah menolak Dia ketika Dia datang kepada mereka.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-7. Alasan apa sajakah yang digunakan oleh mereka untuk menolak undangan dari sang raja? Apa akibatnya bagi mereka? Apa yang dapat kita pelajari dari penolakan tersebut?
    • Ay. 8-10. Siapakah orang-orang yang kemudian diundang dalam pesta sang raja? Mengapa mereka yang dipilih? Apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan ini?

Mereka yang menolak undangan sang raja mengemukakan alasan yang serupa: mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Tentu saja, mengurus ladang atau mengurus usaha adalah sesuatu yang baik. Namun, hal yang baik itu akan menjadi buruk apabila membuat kita mengabaikan panggilan Tuhan. Dalam perumpamaan di atas, orang-orang yang menolak itu mendapat hukuman yang berat: kota mereka dihancurkan. Bagaimana dengan kita?  Pada kenyataannya, kita juga sering menolak undangan dari Tuhan – khususnya undangan untuk beribadah dan untuk terlibat dalam pelayanan – juga dengan berbagai alasan yang nampak baik dan masuk akal.

Tentu saja, penolakan oleh para undangan tidak membuat sang raja membatalkan perjamuan kawin yang telah direncanakan. Ia pun mengundang orang-orang lain untuk datang ke pesta yang telah disiapkannya.  Dari status sosial, mereka bukanlah orang-orang istimewa. Para hamba yang diutus sang raja dapat dengan mudah menemui mereka di pinggir jalan. Di mata orang-orang Yahudi pada umumnya, dan para pemimpin agama mereka pada khususnya, orang-orang yang diundang terakhir ini justru sering dianggap sebagai yang tidak layak, baik secara moral maupun spiritual. Perumpamaan yang diberikan Yesus merupakan kritik terhadap cara pandang mereka. Yesus menegaskan bahwa kasih Allah tidak bisa dibatasi oleh arogansi/ kesombongan mereka. Orang-orang yang mereka pandang tidak layak justru memperoleh anugerah menikmati perjamuan sang raja. Perumpamaan ini menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, namun kita juga harus menanggapi anugerah tersebut dengan sungguh-sungguh.

REFLEKSI
Allah mengundang Anda untuk bersekutu dengan-Nya setiap hari. Bagaimana Anda menanggapinya?

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar mampu memenuhi undangan untuk bersekutu dengan-Mu setiap hari.

TINDAKANKU
Aku akan memikirkan undangan Allah yang pernah aku tolak selama beberapa waktu terakhir ini. Aku akan mempertimbangkannya lagi dengan lebih sungguh-sungguh untuk dapat memenuhinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«