suplemenGKI.com

WAKTU

Mazmur 90:1-17

 

Pengantar
Waktu adalah hal yang berharga dan sering menjadi penentu dalam proses kehidupan manusia. Waktu juga terkadang menjadi kawan atau menjadi lawan. Bahkan pada hari ini kita merasakan bahwa kita sudah ada di pertengahan bulan November dan sisa waktu satu bulan dan tujuh belas hari lagi untuk menutup tahun 2020. Mazmur pada hari ini mengingatkan kita betapa pentingnya waktu yang kita gunakan untuk menikmati setiap kebaikan Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-2               : Bagaimana pemazmur menempatkan dirinya di hadapan Tuhan?
  • Ayat 3-11             : Bagaimana pemazmur menempatkan peran Tuhan di dalam hidupnya?
  • Ayat 12-17           : Apa yang diharapkan oleh pemazmur?

Mazmur 90 termasuk di dalam Mazmur ratapan orang-orang Israel terhadap karya Tuhan dalam kehidupan manusia yang penuh cela. Mazmur ini berisi doa Musa kepada Tuhan ketika melihat setiap karya dan cara Tuhan yang hadir di dalam kehidupan manusia. Pemazmur menempatkan Tuhan sebagai Pencipta, yang mampu berkuasa atas segala hal. Tuhan juga mampu berkuasa terhadap benda-benda yang secara ukuran lebih besar dari manusia. Untuk itulah, Mazmur ini diawali dengan menyatakan Tuhan sebagai tempat perlindungan yang lebih kuat dan lebih dahulu ada dibandingkan gunung-gunung yang selama ini menjadi tempat perlindungan dan perteduhan bagi orang-orang Israel.

Pemazmur juga menekankan tentang perbedaan memahami waktu antara manusia dengan Tuhan. Secara spesifik, pemazmur mengungkapkan bahwa manusia merasa hidupnya sudah bertahun-tahun, tetapi bagi Tuhan hanya hitungan hari. Bagi manusia, waktu adalah hal yang berharga, namun di mata Tuhan waktu-waktu manusia hanyalah singkat.  Tuhan juga berkuasa atas waktu kehidupan manusia. Sayangnya, manusia sering membuang waktunya untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya. Hal itu yang disampaikan oleh pemazmur dalam ungkapan murka dan amarah Tuhan (ayat 7). Bahkan, manusia juga menghabiskan hidupnya untuk mengungkapkan keluhnya (ayat 9).

Pemazmur memohon kepada Tuhan agar ia diberikan pengajaran tentang menghargai hari-hari pemberian Tuhan (ayat 12). Dengan hati yang bijaksana, pemazmur dapat merasakan berbagai karya Tuhan yang berkuasa di dalam hidupnya. Hal itu yang juga membuatnya semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan dan tidak mudah membuang waktu yang sudah Tuhan berikan di dalam kehidupannya. Pemazmur juga memohon kepada Tuhan agar Ia memberikan berbagai kebaikan setiap hari. Pemazmur rindu untuk merasakan sukacita dalam hari-harinya dan merasakan kemurahan Tuhan (ayat 17).

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu sejenak dan memejamkan mata kita untuk merefleksikan Mazmur ini ke dalam kehidupan kita! Pemazmur mengajak kita pada hari ini untuk mengingat kembali kehidupan kita sehari-hari:

• Apakah selama ini saya sudah menggunakan waktu yang saya miliki dengan bijak? Ataukah masih ada waktu yang saya sia-siakan untuk melakukan hal yang tak perlu?

• Apakah kita selalu menyediakan waktu yang cukup untuk membangun relasi yang baik dengan Tuhan?

Ada banyak waktu di dalam kehidupan kita yang terbuang sia-sia karena belum dapat kita manfaatkan dengan bijak dan tepat. Kita sering menghabiskan waktu kita untuk mengeluh, kecewa, menjelekkan orang lain, dan melakukan hal yang tidak perlu. Sesungguhnya, waktu yang kita miliki dapat kita pergunakan dengan bijak. Kita sebagai manusia diberikan waktu untuk melakukan hal-hal yang baik di dalam kehidupan kita dan kita memerlukan Tuhan agar Ia memberikan kita hati yang bijaksana untuk dapat mengenal apa yang bisa kita lakukan di dalam kehidupan kita setiap hari. 

Tekadku
Tuhan, berikanlah saya hati yang bijaksana agar dapat menggunakan waktu di dalam kehidupanku dengan tepat dan menyenangkan hati-Mu.

Tindakanku
Saya akan membuat jadwal kegiatan dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat dan mentaati jadwal kegiatan tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«