suplemenGKI.com

Ibrani 10:11-18

BEBAS DARI DOSA, BEBAS DARI RASA BERSALAH

PENGANTAR
Salah satu akibat dosa adalah hilangnya damai sejahtera. Setelah berbuat dosa, kita akan dibayangi perasaan bersalah, perasaan malu, dan perasaan takut. Perasaan-perasaan tersebut akan membuat kita kehilangan sukacita kita. Karena itulah kita akan berusaha sedapat mungkin mengatasinya. Jika mungkin, kita akan menghilangkannya atau membuatnya menjadi lebih ringan.

Salah satu cara yang paling sering digunakan untuk meringankan rasa bersalah adalah berbuat kebaikan. Setelah berbuat baik maka kita akan dapat berkata kepada diri kita sendiri bahwa kita adalah orang baik, bukan orang jahat. Memang, ini dapat meringankan rasa bersalah kita. Namun, untuk menghilangkan rasa bersalah dengan tuntas, hal yang sesungguhnya kita perlukan adalah pengampunan dari orang-orang yang telah kita lukai. Selain hilangnya rasa bersalah, pengampunan dari orang-orang yang telah kita lukai juga akan mengembalikan damai sejahtera dan sukacita kita.

PEMAHAMAN
Ay. 11-13.  Penulis surat Ibrani menjelaskan perbandingan antara penebusan dosa sistem lama (yang dilakukan oleh para imam menurut tradisi agama Yahudi) dengan sistem yang baru (yang dilakukan oleh Yesus Kristus dengan mengorbankan diri-Nya sendiri). Perbedaan penting apa sajakah yang diungkapkan di sini?

Ay. 14-18.  Apa sajakah dampak dari cara baru yang dilakukan oleh Yesus itu bagi kita? Sebutkan minimal tiga hal.

Salah satu perbedaan yang paling jelas antara  penebusan dosa yang dilakukan oleh para imam menurut tradisi agama Yahudi dengan penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah frekuensinya. Penebusan dosa menurut tradisi agama Yahudi harus dilakukan berulang-ulang, sedangkan penebusan yang dilakukan oleh Kristus tidak perlu diulangi lagi. Pengorbanan Kristus dilakukan sekali untuk selamanya. Hal ini menegaskan kesempurnaan korban penebusan dosa yang dilakukan Kristus.

Kesempurnaan pengorbanan Kristus memberi dampak yang penting bagi kita. Pertama, oleh pengorbanan Kristus maka kita “disempurnakan sekali untuk selamanya” (ay. 14), meskipun selama di dunia ini kita masih harus menjalani kehidupan yang tidak sempurna.Kesempurnaan ini kita peroleh hanya karena anugerah Allah yang besar bagi kita. Kedua, Allah akan menuntun hidup kita secara langsung dengan Roh-Nya yang bekerja di dalam hati dan pikiran kita, sehingga kita mampu melaksanakan kehendak-Nya (ay. 15-16). Ketiga, setiap kali kita jatuh di dalam dosa lagi akan selalu tersedia pengampunan bagi kita (ay. 17-18). Kita hanya perlu mengaku dosa, memohon ampun kepada-Nya, dan percaya bahwa Dia akan mengampuni dosa kita. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi berjuang dengan upaya kita sendiri untuk mengatasi perasaan bersalah kita.

REFLEKSI

Dosa atau kesalahan apakah yang masih membuat Anda dibayangi oleh perasaan bersalah? Sudahkah Anda mengakuinya kepada Tuhan dan memohon ampun kepada-Nya?

TEKADKU

Tuhan, tolonglah aku agar mampu bertanggung jawab atas dosa dan kesalahanku dan mampumembereskannya dengan cara yang benar. Berilah aku ketulusan untuk mengakuinya dan memohon ampun kepada-Mu. Berilah juga aku kerendahan hati untuk minta maaf kepada orang-orang yang telah aku lukai.

TINDAKANKU

Aku akan mengakui dosa dan kesalahanku kepada Tuhan dan memohon ampun kepada-Nya. Aku juga akan menggunakan kesempatan yang terbaik untuk meminta maaf kepada orang-orang yang pernah aku lukai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«