suplemenGKI.com

Jumat, 13 Mei 2016

12/05/2016

Percayalah pada Tuhan

Yohanes 14:8-14

 

Pengantar

Dalam Yohanes 14:1-7 Yesus sang Guru menjelaskan bahwa Dialah Jalan kepada Allah, sang Bapa. Kalau penjelasan-Nya di situ diselingi pertanyaan Tomas, maka di sini penjelasan lebih lanjut dari sang Guru dapat dikatakan sebagai jawaban serius atas permintaan Filipus.

Pemahaman

Ay. 8      : Apa maksud permintaan ini? Apakah permintaan yang sinis seorang murid, ataukah pertanyaan putus asa dari pengikut yang tidak kunjung mampu memahami maksud pengajaran dan tujuan hidup sang Guru?

Frasa “…itu sudah cukup bagi kami” dalam banyak terjemahan lain diterjemahkan “supaya kami puas”, “hanya itu yang kami perlukan”. Nampaknya Filipus merasa berbagai hal yang Gurunya kerjakan dan ajarkan selama itu belum cukup untuk membuat mereka mengenali karya Allah dalamnya. Permintaan Filipus ini mungkin mewakili pula apa yang berkecamuk di benak murid-murid lainnya. Sang Guru mungkin menjawab sambil geleng-geleng kepala menghadapi ketidak-mengertian para pengikut-Nya itu. Jawaban-Nya mungkin di luar harapan Filipus.

Sang Guru mula-mula menjawab dengan balik bertanya, “Oh Filipus, kita ‘kan sudah lama bersama-sama, mengapa kau belum juga mengenali-Ku? Orang yang melihat Aku berarti sudah melihat sang Bapa. Kok masih minta Aku menunjukkan Bapa” (terj. lebih sederhana). Ayat11b memperkuat lagi, “…atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri”. Sang Guru menunjukkan betapa rapuhnya mereka karena tidak percaya Dia. Padahal mereka telah lama ikut Dia kemana-mana, melihat dan mendengar langsung apa yang Ia ajarkan dan kerjakan. Mereka seharusnya dapat melihat bahwa di balik karya-karya besar dan ajaib-Nya, Allahlah yang bekerja dalam-Nya.

Refleksi

Percaya sang Guru, berarti akan ikut mengerjakan apa yang sudah Ia kerjakan itu, bahkan yang lebih besar lagi. Dia akan menolong orang yang mengandalkan Dia sepenuhnya. Namun seperti para murid zaman dahulu, kita sering begitu terpesona pada kebaikan-Nya dan sekejap bersyukur, lalu terlena menikmati hasil pertolongan-Nya. Ketika pesona pertolongan itu berlalu, dan muncul berbagai kesusahan lain akibat hidup dengan cara Tuhan, kita ragu masihkah Tuhan bersama kita. Seperti Filipus, kita pun minta Tuhan membuktikan Dia bersama kita. Namun Tuhan ingin umat-Nya mempercayai dan mengandalkan Dia secara mutlak.

Tekad

Lebih teguh mempercayai Tuhan walau tidak selalu melihat hasilnya.

Tindakan

Lebih fokus dalam mengerjakan kegiatan dan tanggung jawab sehari-hari, karena percaya Tuhan menyertai

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»