suplemenGKI.com

Yohanes 1:35-42.

Mengenal Yesus Lebih Dalam Berpengaruh Pada Kesaksian

PENGANTAR

Ada seorang anak yang baru duduk di bangku TK. Setelah beberapa minggu belajar di TK, anak tersebut setiap pulang sekolah ia akan bercerita tentang sang guru TK nya kepada orang tuanya. Segala yang diajarkan, dipesankan dan dilakukan oleh gurunya diingat dan dijadikan semacam alasan ketika ia mau melakukan sesuatu. Misalnya: Ketika mau makan, ia akan berkata “Kata bu guru sebelum makan harus cuci tangan dulu” atau ketika ia mau membuang sampah, ia akan berkata “Kata bu guru kalau buang sampah harus di tong sampah” dan sebagainya. Hampir setiap hal baik yang akan dilakukannya semua berdasarkan apa yang dia tahu, dia dengar dan dia lihat dari guru TK nya. Saudara itu bermula dari pengenalannya kepada guru TK nya dengan baik. Hari ini kita melihat, orang-orang yang telah mengenal Yesus dengan baik, kemudian bersaksi tentang siapa Yesus pada sesamanya.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dapat kita pelajari dari pernyataan di ayat 35-37?
  2. Apa yang hendak di tonjolkan dalam bacaan ayat 38-39?
  3. Apa dampak positif setelah dua orang murid itu bersama-sama dengan Yesus (v. 40-42)?

Ayat 35, diawali dengan sebuah kalimat “Pada keesokan harinya Yohanes berdisi di situ pula dengan dua orang muridnya” Itu hendak menjelaskan bahwa Yohanes masih berada di tempat yang sama ketika ia menyaksikan Roh Kudus turun atas Yesus. Hal itu bisa dihayati, sebagai upaya Yohanes untuk mengenal Yesus lebih dalam lagi, sehingga ia tetap bertahan di tempat yang sama demi untuk dapat melihat Yesus. Dan itu terbukti, ketika Yesus lewat, ia berkata “Lihatlah Anak Domba Allah” suatu bukti bahwa dia mengenal Yesus sampai pada identitasYesus sebagai anak domba Allah yang akan menjadi korban bagi penebusan dosa manusia. Yohanes mengulangi kesaksia nya pada v. 29 bahwa Yesus lebih berkuasa dari padanya (Lih. v. 26-27) Pada ayat 38-39, dua murid Yohanes setelah mendengar kesaksian Yohanes tentang Yesus, mereka bersedia mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Yesus. Hal ini menegaskan bahwa mereka ingin mengenal Yesus dengan lebih dalam lagi. Pengenalan akan Yesus itu kemudian  bermuara pada sebuah perubahan yang radikal, yaitu awalnya mereka mengenal Yesus hanya sebagai “Rabi” yang terbatas pada sebagai seorang yang mengajar tentang kehidupan, menjadi mengenal Yesus sebagai “Mesias” Sang Juruselamat. Andreas seorang dari murid itu, kemudian membawa saudaranya Simon untuk berjumpa dengan Yesus, dengan kata lain ia menyaksikan Yesus kepada sesama.

REFLEKSI

Saudara, maukah anda di tahun 2017 ini bertekad untuk mengenal Yesus lebih dalam lagi, sehingga dapat bersaksi kepada sesama tentang siapa Yesus itu?

TEKADKU

Tuhan, aku ingin mengenal-Mu lebih dalam lagi, bimbing aku untuk melakukannya ya Tuhan.

TINDAKANKU

Semakin giat bergaul dengan Tuhan melalui: Firman-Nya, pelayanan sehingga dapat bersaksi tentang Yesus Sang Mesias kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«