suplemenGKI.com

Matius 10:40-11:1

LANGKAH KECIL UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

PENGANTAR
Haruskah setiap orang Kristen terlibat dalam pemberitaan Injil?  Jawaban untuk pertanyaan ini sangat jelas: Ya!  Namun, mengapa pada kenyataannya banyak orang Kristen tidak terlibat karena merasa tidak mampu melakukannya.  Padahal, tidak semua orang Kristen harus menjadi seorang missionari yang pergi ke pedesaan atau pedalaman.  Tidak semua orang harus menjadi seorang pendeta atau penatua.  Keterlibatan memberitakan Injil dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana terhadap orang-orang di sekitar kita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 40.  Kalimat ini dikatakan Yesus kepada para murid-Nya (lihat 11:1).  Mengapa Yesus mengatakan hal ini kepada mereka?  Apa arti ”menyambut” di ayat ini?  Siapakah yang akan menyambut para murid Yesus?
  • Ay. 41.  Apa yang dimaksudkan dengan “upah seorang nabi” di sini?  (lihat 1 Raj 17:8-24; 2 Raj 4:8-37)   Apa tujuan Yesus menyampaikan hal ini?
  • Ay. 42.  Dari menyambut para murid, lalu menyambut seorang nabi, dan sekarang menyambut ”seorang yang kecil” (bandingkan dengan Mat 18:6,10,14).  Apa hubungan ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya?

Apa yang tertulis di pasal 11:1 menjelaskan bahwa kalimat-kalimat dalam pasal 10:40-42 merupakan pesan Yesus kepada para murid-Nya yang diberikan dalam rangka pemberitaan Injil.  Dengan pesan itu, Yesus berharap para murid-Nya akan memberitakan Injil dengan penuh semangat.  Mereka akan bertemu dengan orang-orang yang menyambut mereka.  Orang-orang Yahudi mempunyai kebiasaan baik dalam memperlakukan setiap orang yang singgah di rumah mereka.  Mereka tentu juga akan menyambut para murid yang datang ke rumah mereka.  Perlu diperhatikan bahwa kata ”menyambut” di sini juga berarti menerima apa yang mereka ajarkan.  Jadi, para murid tidak perlu takut atau pesimis dengan tugas pengutusan yang akan mereka laksanakan.

Selain ditujukan kepada para murid, kalimat Yesus juga ditujukan kepada siapa saja yang bersedia menyambut para pemberita Injil ini.  Mereka yang menyambut seorang nabi akan memperoleh upah seorang nabi.  Orang Yahudi tentu ingat apa yang terjadi pada janda Sarfat yang dengan ramah menyambut Elia.  Atau kepada seorang janda nabi dan seorang perempuan dari Sunem yang juga bersikap ramah terhadap Elisa.

Menyambut para nabi adalah sebuah kebiasaan baik yang sudah mereka kenal sejak dahulu. Namun, sebagai aplikasinya, Yesus mengajak mereka mulai mempraktekkan keramahtamahan ini dalam tindakan sederhana: memberikan secangkir air sejuk kepada seorang yang kecil. Seorang yang kecil di ayat ini bisa berarti hurufiah, yaitu anak kecil.  Namun, dalam bentuk yang lebih luas bisa bermakna sosial, yaitu mereka yang diremehkan di masyarakat.

REFLEKSI
Keramahtamahan merupakan bagian penting dari pemberitaan Injil.  Dan hal itu dapat dimulai dengan menyambut ”orang-orang kecil” yang ada di sekitar kita.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku kesempatan untuk memberitakan Injil dengan melakukan kebaikan-kebaikan sederhana terhadap orang-orang yang ada di sekitarku.

TINDAKANKU
Dalam satu minggu ini aku akan melakukan satu tindakan kebaikan kepada seseorang sambil bersaksi mengenai kasih Tuhan yang sudah aku alami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«