suplemenGKI.com

Bacaan : 1 Yohanes 3 : 3 – 8

Thema : Menyandang Status Sebagai Anak-Anak Allah. ( bagian 2 )

PENGANTAR
Banyak orang tua yang berkata kepada anak-anaknya, “kamu harus berlaku yang baik, sopan, dan jangan membuat malu orang tua” dan “jangan membuat malu nama keluarga”. Orang tua manapun tidak ingin anak-anaknya berperilaku buruk, jahat, suka membuat onar, terlibat narkoba dan lain sebagainya. Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya berperilaku baik, sopan, berprestasi, sukses, membawa keharuman nama baik keluarga dan lain sebagainya. Rasul Yohanes mengatakan bahwa kita, orang-orang Kristen adalah anak-anak Allah. Maka pertanyaannya adalah sudahkah kehidupan kita menyenangkan hati Allah yang adalah Bapa kita ?

PEMAHAMAN

  1. Apa hubungannya antara menyandang status anak-anak Allah dengan kehidupan sehari-hari ? (ayat 3 ).
  2. Mengapa kita tidak boleh berbuat dosa ? ( ayat 4-6 )
  3. Apa yang membuat kita jatuh dalam dosa ? Dan apa yang membuat kita tetap hidup dalam kebenaran ? Apa yang hendak diajarkan Yohanes kepada kita ? ( ayat 7 – 10 ).

Menyandang status sebagai anak-anak Allah berarti menjalani hidup seperti Kristus. Sewaktu Kristus ada di dunia ini Ia datang sebagai hamba yang rendah hati, taat dan setia. Ia datang untuk melayani dengan penuh kasih dan belas kasihan. Ia datang melakukan kehendak Bapa dengan perbuatan. Mungkin kerendahan hati, ketaatan dan kesetiaan kita tidak sempurna seperti Kristus namun kita harus belajar ke”hamba”an Kristus. Mungkin kasih yang kita miliki untuk melayani tidak sebanding dengan kasih Kristus akan tetapi kita harus mendasarkan setiap pelayanan kita dengan kasih Kristus. Sehingga kehidupan kita semakin serupa dengan Kristus.Tuhan menginginkan agar kita taat kepada-Nya supaya dengan demikian hati dan pikiran kita terjaga dari berbuat dosa. Sebab berbuat dosa berarti pelanggaran terhadap hukum Tuhan bahkan menciderai hati Tuhan.

Walaupun kita sudah berjuang untuk hidup taat kepada Allah namun ada banyak kemungkinan anak-anak Allah dapat jatuh dalam dosa. Hal itu bisa terjadi karena kedagingan kita namun ketika kita kembali kepada Allah dengan penyesalan dan pertobatan maka Tuhan Allah akan tetap menerima kita kembali.  Karena Tuhan menginginkan kita mensyukuri Anugerah pengampunan-Nya sehingga skita dapat hidup dalam kebenaran-Nya serta melakukan kebenaran Allah.

Sebagai anak-anak Allah maka kita harus dapat menyenangkan hati Bapa kita yang di Sorga serta mampu menjalankan fungsi kita yaitu menjadi garam dan terang bagi sesama. Sesulit apapun dalam menjalankan perintah Allah akan dapat kita lakukan kalau kita melakukan dalam pertolongan Allah. Namun semudah apapun tidak akan mampu kita lakukan manakala kita melakukan dengan kesombongan dan kekuatan diri sendiri. Maka lakukan segala sesuatu dalam pertolongan Tuhan.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan : apakah anda terbebani menyandang status sebagai anak-anak Allah ? bagaimana anda menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah.

TEKADKU
Ya Tuhan, berilah pertolongan-Mu dalam menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah.

TINDAKANKU
Saya harus menjalani kehidupan yang menyenangkan hati Bapa dengan jalan menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«