suplemenGKI.com

Jumat, 12 Mei 2017

11/05/2017

MENJADI BATU YANG MEMBAWA KEHIDUPAN

I Petrus  2:4-10

 

Pengantar
Saat ini sedang digalakkan pemanfaatan ulang barang-barang bekas dalam rangka penyelamatan bumi dari kerusakan. Ternyata sampah bisa menjadi berkah. Barang-barang buangan bisa didaur ulang dan menjadi pajangan mahal yang dicari banyak orang, misalnya pecahan-pecahan beling yang telah diubah menjadi manik-manik kalung yang indah dan cantik.  Apa yang dianggap tidak berharga oleh banyak orang ternyata mampu menjadi barang berharga yang menawan hati. Demikian pula karya KRISTUS di dunia ini. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman:

  • Ayat 4         :Yang dibuang manusia, dipilih dan dihormat di hadirat ALLAH. Kalimat ini menunjuk pada siapa?
  • Ayat  5-10: Apakah panggilan kita sebagai pengikut KRISTUS?

Surat Petrus menggambarkan TUHAN YESUS dengan metafora batu. TUHAN YESUS adalah batu yang hidup, yang dipilih ALLAH dengan hormat. Batu yang dibuang manusia tidak  menjadi sampah yang tidak berguna melainkan menjadi batu penjuru yang mahal karena hidup.  Demikian pula  para pengikut KRISTUS. Kita semua adalah  batu hidup yang menjadi bagian dari pembangunan rumah rohani. Batu-batu yang dipilih oleh ALLAH terangkai satu dengan yang lain menjadi suatu imamat kudus yang saling melengkapi.

Kita bersyukur karena KRISTUS, Sang Batu Penjuru telah menyelamatkan dan memberikan arah dalam kehidupan kita. Kita mendapatkan anugerah keselamatan dan sekaligus kepercayaan untuk menjadi anak-anak TUHAN yang  “memberitakan perbuatan besar ALLAH”.  Orang Kristen diselamatkan dengan tujuan: Pertama, agar kita bisa menjadi “alat di tangan” TUHAN untuk membangun gereja-Nya. Kedua, agar TUHAN dapat menggunakan kita untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Kedua tugas ini adalah anugerah dan kepercayaan yang berjalan bersama-sama di dalam diri setiap anak TUHAN.

Petrus menggunakan dua ilustrasi untuk menggambarkan kedua tugas kristiani tersebut. Pertama, ilustrasi batu hidup menunjuk kepada tugas pembangunan tubuh KRISTUS yaitu Gereja. (ayat 5). Sebagaimana KRISTUS sudah menjadi batu penjuru bagi bangunan “rumah rohani” demikian juga, setiap anak TUHAN harus menjadi “batu hidup” untuk pembangunannya. Dengan demikian, KRISTUS adalah dasar persekutuan anak-anak TUHAN. Persekutuan anak-anak TUHAN ini disebut juga imamat yang rajani. Istilah imamat yang rajani menunjuk kepada fungsi imam atau “jembatan” antara manusia dan TUHAN. Hal ini berarti setiap anak TUHAN adalah imam bagi sesamanya dan alat bagi orang yang belum percaya untuk mengenal TUHAN YESUS. Kedua, ilustrasi bangsa yang kudus untuk mengungkapkan tugas kristiani yang kedua (ayat 9). Istilah bangsa yang kudus diambil dari Perjanjian Lama dan menunjuk kepada Israel yang dipilih TUHAN untuk menjadi bangsa yang dikhususkan (Keluaran 19:6). Tujuannya adalah supaya Israel menjadi teladan sebuah bangsa yang hidup seturut dengan firman TUHAN dan sekaligus menjadi saluran berkat bagi bangsa lain untuk mengenal TUHAN yang sejati. Umat TUHAN pada masa kini bagaikan bangsa Israel rohani yang dikhususkan untuk memancarkan berkat bagi dunia ini.

Refleksi
Adakah kondisi di keluarga, gereja dan masyarakat yang menurut Anda kurang baik atau bahkan cenderung mengalami kebobrokan? Apakah Anda telah aktif membawa sinar kasih TUHAN yang menerangi kehidupan sekitar Anda? Apakah Anda telah aktif terlibat dalam karya membangun gereja dan dunia agar menjadi lebih baik?

Tekadku:
Ya TUHAN, mampukanlah aku menjadi batu hidup yang menghadirkan pancaran kasih dan keselamatan dari-Mu untuk membangun dunia menjadi lebih baik.

Tindakanku:
Mulai hari ini aku tidak hanya berdiam diri melihat kerusakan moral yang ada di sekitarku. Aku akan berinisiatif untuk terlibat aktif dalam karya pembangunan dan penyelamatan dunia sekitarku dengan memberikan contoh hidup yang benar dan mengajak teman untuk bertobat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»