suplemenGKI.com

Jumat, 12 Juli 2019

11/07/2019

POKOK DOA

Kolose 1:9-14

 

Pengantar
Apakah yang sering saudara doakan dalam kehidupan saudara? Pada umumnya orang akan sering mendoakan sesuatu yang penting dalam dirinya, seperti: kesehatan pribadi dan keluarga, pekerjaan, cita-citanya, dsb. Pertanyaannya adalah seberapa sering kita memberikan waktu kita untuk mendoakan orang lain atau gereja? Renungan hari ini mengajak kita untuk belajar berdoa bagi orang lain. Mari kita renungan!

Pemahaman

  • Ayat 9             : Bagaimana respon Paulus setelah mendengar pertumbuhan iman yang dialami oleh jemaat yang ada di Kolose? Apakah yang Paulus lakukan?
  • Ayat 9b-14    : Pokok doa apa sajakah yang dipanjatkan oleh Paulus untuk jemaat di Kolose?

Di bagian awal suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus bersyukur kepada Tuhan untuk iman dan kasih mereka (Ay. 3-8). Setelah Paulus mendengar berita tentang iman mereka kepada Kristus dan ia sangat bersukacita karena buah iman Kristen yang mereka hasilkan. Setelah semua yang disyukuri Paulus ini tentang keadaan jemaat di Kolose, tidak membuat Paulus hanya berhenti pada bersukacita, berpuas diri dan berhenti sampai disitu. Namun Paulus memiliki kerinduan untuk terus mendoakan mereka “kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu.” (Ay. 9).

Pokok doa yang dinaikkan oleh Paulus bagi Jemaat di Kolose adalah supaya iman mereka terus bertumbuh. Pertama, Paulus berdoa supaya mereka menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan yang sempurna, sehingga hidup mereka layak di hadapan Tuhan dan menghasilkan buah dalam segala pekerjaan yang baik (Ay. 9-10). Kedua, Paulus juga berdoa supaya mereka diberikan kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (Ay. 11). Ketiga, Paulus berdoa supaya mereka selalu ingat untuk mengucap syukur kepada Allah atas anugerah keselamatan dan pengampunan yang telah mereka dapatkan melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Serta terus diingatkan bahwa pertumbuhan iman yang sekarang terjadi dalam jemaat adalah semata-mata juga karena anugerah Tuhan. 

Refleksi
Renungkanlah: Maukah kita berkomitmen untuk mendorong dan terus mendoakan “tiada berhenti” pertumbuhan iman jemaat di gereja atau seseorang? Perhatikan salah satu teman sepelayan, anggota sektor atau orang lain yang membutuhkan bantuan dan dukungan kita. Maukah kita secara rutin mendoakannya?

Tekadku
Ya Tuhan, berikan saya kepekaan rohani untuk melihat, mengerti dan mendoakan kebutuhan jemaat di sekitar saya. Berikan saya hikmat, kasih dan kepedulian untuk mendoakan dengan penuh kasih dan sukacita.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan mendoakan ________ (gereja atau seseorang yang saudara ingin doakan secara terus menerus) terutama berkaitan dengan pertumbuhan imannya. Mendoakan: keluarganya, pelayanannya, kesehatannya, dsb

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«