suplemenGKI.com

“PERBUATAN SEBAGAI BUAH DARI PENGETAHUAN”

PENGANTAR

Asal berbuat tanpa dilatarbelakangi dengan pengetahuan yang cukup dan benar bisa menjerumuskan orang lain. Sebaliknya, berpengetahuan banyak namun tidak menghasilkan perbuatan/karya juga akan menjadi sia-sia.  Dialog Yesus dengan ahli Taurat mengajak kita menyeimbangkan keduanya agar kehidupan iman kita menjadi berimbang dan berdampak.

 PEMAHAMAN

  1. Ayat 25: Apa yang menjadi motif dan tujuan ahli Taurat ini menemui Yesus dari sejak awal?
  2. Ayat 27: Membaca jawaban dari ahli Taurat, bagaimana kesimpulan Anda, apakah ia benar-benar tidak tahu jawaban atas pertanyaannya?
  3. Ayat 28: Apa yang sedang Yesus singkapkan (sekaligus koreksi dan tegaskan) dari kehidupan ahli Taurat tersebut melalui jawaban Yesus di ayat ini?

Lukas membantu kita melihat peristiwa ini dengan lebih jelas bahwa sejak awal tujuan dari ahli Taurat ini adalah untuk mencobai Yesus (ay.25), dan ini lebih diperjelas lagi dengan bagaimana dia dapat menjawab pertanyaannya sendiri(ay.26-27). Tampak bahwa sebenarnya “secara teori” ahli Taurat ini sudah mengetahui jawaban atas pertanyaannya sendiri.

Tanggapan Yesus, “Jawabmu itu benar” (ay.28) ketika didengar oleh ahli Tauratmungkin membuatnya sejenak berhasil menunjukkan bahwa dirinya orang hebat, saleh, serta memojokkan Yesus untuk mengakui kebenaran mereka. Akan tetapi, lanjutan perkataan Yesus di ay.28 yang berkata, “perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup” terdengar seperti ‘tamparan’ bagi kesombongan ahli Taurat dan semua kepercayaan dirinya yang keliru. Harapan untuk dipuji dan diakui hebat oleh Yesus berubah seketika menjadi sebuah kritikan tajam seperti pedang bermata dua yang menyingkapkan kedalaman hati dan kehidupan si ahli Taurat bahwa ia hanya tahu tentang Taurat tetapi belum menjadi pelaku dari Taurat itu sendiri.

Dengan kata lain Yesus sedang memperingatkan ahli Taurat itu dan semua orang yang sombong dan puas dengan berbagai pengetahuan yang dimiliki, baik tentang Kitab Suci maupun segala hal yang baik,  bahwa tahu saja tentang apa yang harus dilakukan itu tidak cukup. Termasuk ketika semua pengetahuan kita tentang firman Tuhan itu kita gunakan hanya untuk pamer kesalehan dan menjadi sombong, bukan untuk mengoreksi diri sendiri, tetapi hanya untuk menghakimi orang lain sama seperti yang dilakukan ahli Taurat.

REFLEKSI

Renungkan perkataan dan peringatan Tuhan Yesus kepada ahli Taurat:

  1. Sudahkah kita menjadi orang Kristen yang haus akan pengetahuan akan Allah melalui Alkitab? Bagaimana Anda menunjukkan kehausan/kerinduan tersebut?
  2. Seberapa banyak pengetahuan kita akan firman Tuhan itu mempengaruhi cara hidup kita?

TEKADKU

Tuhan,hari ini dan seterusnya ingatkan kami  bahwa yang Engkau cari bukan orang yang tahu kehendakMu, tahu cara hidup menyenangkanMu, melainkan orang yang melakukan kehendakMu dan hidup menyenangkanMu.

TINDAKANKU

Melakukan pemeriksaan (check up) diri untuk membuang penyakit-penyakit rohani yang tidak menyehatkan pertumbuhan rohani kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*