suplemenGKI.com

Roma 10:8-10.

 

Percaya Dalam Hati, Mengaku Dengan Mulut

Pengantar:
Kata orang bijak “Apa yang terucap lewat mulut, adalah cerminan dari apa yang ada di dalam hati” Orang tidak mungkin bisa menyembunyikan apa yang ada di dalam hatinya, suatu saat pasti akan terungkap lewat perkataannya. Hati dan mulut adalah satu kesatuan, maka jika ada orang yang mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya berarti dia sedang berbohong atau tidak jujur. Dalam bacaan hari ini kita diingatkan bahwa antara hati dan mulut berperan penting dalam hal keselamatan.

Pemahaman:

  1. Apakah maksud pernyataan dalam ayat. 8 terkait dengan firman Tuhan?
  2. Apakah yang hendak ditekankan melalui pernyataan Paulus dalam ayat. 9?
  3. Apakah pula yang hendak ditekankan oleh Paulus dalam ayat 10?

Ayat. 8 adalah dikutip dari Ulangan 30:12-14, konteksnya adalah perintah Allah kepada umat Israel untuk mengamalkan dan melakukan perintah Tuhan. Tetapi bangsa Israel menganggap bahwa perintah Tuhan itu terlalu sulit dan berat untuk dilakukan. Sebetulnya itu hanyalah alasan umat Israel karena kedegilan hati mereka. Untuk mempertegas perintahnya  Tuhan memberikan suatu pilihan, jika mereka memilih hidup maka harus mengamalkan dan melakukan firman Tuhan, tetapi jika mereka memilih mati atau binasa maka silahkan mengabaikan firman Tuhan. Pada bagian ini Paulus memberitakan firman Tuhan yang jika diterima dan dilakukan akan mendatangkan keselamatan (band Roma 1:16-17)

Firman Tuhan yang diberitakan adalah berbicara tentang Tuhan Yesus yang adalah Tuhan Sang juruselamat yang telah rela berkorban untuk menyelamatkan manusia dari  dosa. Yang menjadi penekanan Paulus agar diselamatkan oleh Tuhan Yesus adalah Iman yang berangkat dari hati yang percaya kemudian percaya itu diungkapkan melalui pengakuan melalui mulut, bahwa Yesus dipahami dan diakui sebagai Tuhan dan juruselamat.

Menjadi penting bagi seseorang, bahwa ketika dia menyatakan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, adalah karena hatinya mengerti, meyakini dan menerima bahwa Yesus adalah Tuhan yang menyelamatkannya. Itulah Iman yang benar, yaitu mengerti siapa Yesus yang dipercayai, ketika ia mengerti siapa Yesus maka dia akan mengakui melalui mulutnya dengan kata lain ia akan menyaksikan apa yang dia mengerti dan percayainya. Sehingga ia dikatakan memiliki Iman yang tidak melompat di dalam gelap atau asal percaya tetapi tidak mengerti.

Refleksi:
Apakah saudara percaya kepada Yesus karena saudara mengerti siapa Yesus itu? Jika ia, maka saudara bukan melompat dalam gelap, melainkan percaya karena mengenal Kristus.

Tekad:
Tuhan, tuntunlah aku agar aku memiliki pengenalan yang benar akan Engkau, sehingga aku bisa bersaksi tentang Engkau kepada sesama yang belum mengenal Engkau.
Tindakkan:
Aku mau mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi, agar dapat menyatakan Imanku kepada sesama dengan benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*