suplemenGKI.com

Jumat, 12 April 2013

11/04/2013

PENGHARAPAN YANG MENGUATKAN

Wahyu 5:11-14

 

Pengantar
Seorang ibu divonis 10 tahun penjara.  Meskipun dia mengaku bersalah dan menerima vonis tersebut, tetapi bukan berarti mudah untuk menjalaninya.  Sebab selama itu pulalah ia harus berpisah dengan keluarga, khususnya anak-anaknya.  Selang berapa lama, ada seseorang yang  bertanya apa modal dia untuk kuat menjalani vonis tersebut. Sambil tersenyum, ibu itu mengeluarkan foto anak-anaknya yang diselipkan di Alkitab. “Saya mau menjalani dengan harapan ingin segera bertemu dengan mereka,” jawabnya. Ya, harapan itulah yang menguatkan beliau.  Bacaan kita hari ini menegaskan kebenaran mengenai pengharapan yang menguatkan.  Mari kita merenungkannya!

 Pemahaman

  • Bagaimana gambaran suasana yang dilihat Yohanes? (ayat 11, 13) 
  • Bagaimana gambaran anak domba dalam bagian ini? (ayat 12, 13)
  • Bagaimana respons mahkluk yang digambarkan dalam bagian ini? (ayat 14) 

Wahyu 5:11-14 merupakan satu bagian dari penglihatan tentang Anak Domba yang layak menerima gulungan kitab.  Dikatakan demikian sebab tidak sembarang orang boleh dan layak membuka gulungan kitab yang bermeterai itu.  Hanya Anak Domba yang adalah gambaran Kristus yang berhak menerima kemuliaan itu. Seluruh semesta alam menjadi saksi bahwa Kristulah yang  “layak menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (ayat  12).  Mereka menyanyikan nyanyian berbalasan untuk memuliakan Sang Anak Domba.  Dalam nyanyian ini diakui kekuasaan Allah sampai selama-lamanya, kekuasaanNya tiada akhir. 

Dengan demikian, kekuasaan Allah yang besar ini akan mengakhiri kekuasaan manusia melalui kekuasaan Sang Anak Domba, yaitu Kristus. Inilah pengharapan baru bagi mereka yang percaya kepada kebenaran pada diri Sang Anak Domba. Maka tepatlah ungkapan Yohanes 3:16, bahwa yang percaya tidak akan binasa, melainkan akan beroleh hidup yang kekal.  Paulus sendiri juga  menegaskan bahwa kepercayaan kepada Kristus tidak sia-sia, sebab Dia telah bangkit dan mengalahkan maut.  Bagi orang percaya kebenaran ini menjadi pengharapan yang menguatkan perjalanan iman mereka.

Refleksi
Renungkan dan hayati kembali pengharapan iman saudara di dalam Kristus.  Pernahkah saudara bersyukur atas iman dan pengharapan di dalam Tuhan?  Adakah rasa syukur itu mendorong saudara makin bertumbuh dalam iman dan pengharapan?

Tekadku
Tuhan, aku mau jadi murid-Mu yang setia dan terus mau bertumbuh!

Tindakanku
Sebagai murid-Nya maka aku mau bertumbuh dalam hal …………… (memberi, mengampuni, menyapa, berkata-kata yang baik, dll).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«