suplemenGKI.com

Roma 14:1-12

JANGAN MENGHAKIMI

PENGANTAR
Di dalam gereja, juga di dalam komunitas Kristen lainnya, kita akan berjumpa dengan orang-orang yang memiliki pemahaman iman dan kematangan spiritual yang berbeda. Kondisi seperti itulah yang sering memicu terjadinya perbedaan pendapat dan perselisihan. Selain merusak suasana persekutuan dan pelayanan, kondisi itu juga bisa berujung pada perpecahan. Karena itu, sangatlah penting untuk mendengarkan pesan bacaan kita hari ini, jangan menghakimi.

Melalui bacaan hari ini, kita akan melihat beberapa perbedaan yang sering menjadi pangkal penghakiman seseorang kepada yang lain. Kita juga akan melihat bagaimana seharusnya kita bersikap menghadapi perbedaan tersebut.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-4.        Perbedaan dalam hal apakah yang dibahas di bagian ini? Bagaimana kita bersikap menghadapi perbedaan itu?
  • Ayat 5-8.        Perbedaan dalam hal apakah yang dibahas di bagian ini? Bagaimana kita bersikap menghadapi perbedaan itu?
  • Ayat 9-12.      Apa hubungan antara nasihat agar tidak saling menghakimi dengan kematian dan kebangkitan Kristus?

Salah satu perbedaan pendapat yang muncul terkait dengan makanan. Sebagian dari mereka yakin bahwa mereka boleh makan apa saja. Dan, keyakinan ini membuat mereka dianggap memiliki iman yang “kuat”. Namun, sebagian yang lain tidak berani makan daging karena masih terikat pada tradisi mereka, sehingga mereka dianggap memiliki iman yang “lemah”. Meski demikian, Paulus mengingatkan bahwa status mereka di hadapan Allah adalah sama, yaitu sebagai hamba. Dan, sesama hamba tidak boleh saling menghakimi (ay. 4), melainkan harus saling menerima (ay. 1).

Perbedaan pendapat yang kedua berkaitan dengan hari raya. Karena masih terikat pada tradisi, beberapa orang masih menganggap suatu hari lebih suci dari hari lainnya, sedangkan sebagian yang lain menganggap semua hari sama. Bagi Paulus, perbedaan ini tidak penting, asalkan keyakinan itu dipegang dengan hati yang tulus dan jujur (ay. 5b), dilakukan untuk mengucap syukur kepada Allah (ay. 6), bukan untuk kepentingan diri sendiri (ay. 7), dan dengan kesadaran bahwa ia adalah milik Tuhan (ay. 8).

Dalam ayat-ayat ini Paulus menunjukkan bahwa nasihatnya agar orang-orang Kristen berhenti dari dan menghakimi satu sama lain memiliki dasar teologis yang kuat. Kematian dan kebangkitan Kristus menempatkan-Nya sebagai Tuhan atas semua orang (ay. 9). Karena itu, kita tidak boleh menghakimi dan menghina orang lain (ay. 10a). Kematian dan kebangkitan Kristus juga menjamin bahwa kita semua akan menghadap takhta pengadilan Allah (ay. 10b), di mana setiap orang harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah (ay. 12).

REFLEKSI
Rasa hormat kita kepada Allah seharusnya cukup untuk mencegah kita agar tidak menghakimi dan menganggap rendah orang lain.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk menempatkan diri sebagai hamba di hadapan-Mu, dan sebagai sesama hamba terhadap orang-orang di sekitarku.

TINDAKANKU
Jika Tuhan memberi kesempatan, aku akan meminta maaf kepada seorang yang pernah aku hina, atau aku anggap remeh, atau pernah aku hakimi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*