suplemenGKI.com

2 Timotius 1:12-18

KIAT MEMELIHARA KOMITMEN

PENGANTAR
Mengambil komitmen atau keputusan untuk terlibat dalam suatu bidang pelayanan tentu tidak mudah. Namun, ada yang jauh lebih sulit dari itu: mempertahankan komitmen tersebut dengan setia dan tetap melayani dengan sepenuh hati meskipun menghadapi banyak tantangan dan kesulitan. Pelayanan membutuhkan pengorbanan. Jika kita tidak sanggup membayar harganya, kita tidak akan sanggup menyelesaikan komitmen pelayanan kita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 12.  Kalimat yang Paulus gunakan “aku tahu kepada siapa aku percaya” menunjukkan adanya penyerahan diri sepenuhnya.  Apa hubungan keyakinan ini dengan tugas pemberitaan Injil yang dilakukannya?
  • Ay. 13-14.  Apa yang dimaksudkan Paulus dengan “ajaran yang sehat”?  Apa yang harus dilakukan Timotius dengan ajaran yang sehat itu?  Mengapa Injil juga disebut sebagai “harta yang indah”?
  • Ay. 15-18. Berapa orang yang disebutkan Paulus sebagai contoh orang yang tidak setia? (ay.15)  Apa yang mereka lakukan?  Berapa orang yang disebutkan Paulus sebagai orang yang setia? (ay.16-18) Apa yang telah dilakukannya?  Apa tujuan Paulus menyebutkan orang-orang ini?

Di bagian ini kita dapat belajar kiat-kiat memelihara komitmen pelayanan seperti yang diajarkan Paulus kepada Timotius.  Pertama, seorang pelayanan Injil harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.  Paulus yakin bahwa Allah telah mempercayakan pelayanan itu kepadanya.  Di lain pihak, Paulus mempercayakan dirinya kepada Allah.  Pelayanan Anda akan menjadi karya yang indah bila Anda yakin bahwa Allah telah mempercayakan pelayanan itu kepada Anda, dan Anda mempercayakan diri Anda kepada-Nya.

Kedua, seorang pelayan Injil harus memegang teguh ajaran yang sehat.  Nasihat ini sangatlah penting karena pada waktu itu Timotius harus menghadapi ajaran sesat yang menyusup dalam jemaat di Efesus.  Selain mengandalkan kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya, Timotius juga harus terus-menerus belajar agar dapat menjaga kemurnian pengajarannya.

Ketiga, seorang pelayan Injil haruslah juga seorang pelaku Injil.  Belajar saja tidaklah cukup.  Timotius harus melakukan ajaran yang sehat itu dalam iman dan kasih dalam Yesus Kristus.  Cara terbaik untuk memelihara ajaran yang sehat adalah dengan melakukannya.  Jika tidak, ia justru akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang dilayaninya.

Keempat, seorang pelayan Injil harus rela membayar harga.  Ketika Paulus dipenjarakan, banyak teman-teman dekatnya yang merasa takut.  Itulah sebabnya banyak rekan pelayanan yang meninggalkannya.  Figelius dan Hermogenes adalah dua orang yang disebut sebagai contoh dari “semua mereka yang di daerah Asia kecil.”  Kecuali, seorang yang bernama Onesiforus.  Dia menjadi contoh seorang pelayan Tuhan yang rela membayar harga pelayanan.

REFLEKSI
Banyak orang tertarik untuk terlibat dalam pelayanan, namun hanya sedikit orang yang benar-benar rela membayar harganya.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku semangat dan hikmat untuk mempelajari hal-hal baru yang berguna untuk meningkatkan kualitas pelayananku.

TINDAKANKU
Dalam satu bulan ini aku akan membaca minimal satu buku (yaitu buku rohani atau buku lainnya) yang berhubungan dengan pelayanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«