suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Timotius 2:3-7

 

METAFORA PELAYAN KRISTUS

 

PENGANTAR
Paulus menguraikan tentang pelayanan yang akan dikerjakan Timotius dengan metafora yang hidup. Tiga gambaran yang disenangi Paulus adalah : Prajurit, Atlet dan Petani. Ini sering dipakainya dalam surat-suratnya terdahulu untuk memperkuat kebenaran-kebenaran yang diajarkannya, juga untuk menggaris bawahi pekerjaan berat yang dibebankan kepada Timotius.

 

PEMAHAMAN

  1. Mengapa Paulus mengatakan kepada Timotius, “Ikutlah menderita”? (ayat 3)
  2. Dengan apa Paulus menggambarkan tugas pelayanan yang akan diemban oleh Timotius? (ayat 5-6) Apa tujuannya?
  3. Bagaimana seharusnya kita menjalankan tugas pelayanan?

Menjadi pelayan Kristus yang setia berarti berani mengambil resiko menghadapi kesukaran dan penderitaan. Hal itu ditekankan Paulus kepada Timotius yang sedang mengemban tugas pelayanan, bahwa menjadi pelayan Kristus berarti bersedia untuk menderita.

Dalam kaitannya dengan tugas pelayanan ini Paulus menggambarkan dengan tiga gambaran :

Pertama, Prajurit yang setia (ayat 3-4)
Seperti seorang prajurit yang taat menjalankan perintah komandannya, walaupun ia harus menghadapi kesulitan, penderitaan bahkan perang, ia akan tetap menunjukkan pengabdian sepenuh hati. Seharusnya orang Kristen harus seperti seorang prajurit yang taat kepada perintah Allah, walaupun menghadapi kesulitan dan berperang secara rohani melawan segala keinginan hawa nafsu, ia harus menjalani dalam pengabdian sepenuh hati kepada Tuhan.

Kedua : Seorang Atlet
Seorang atlet adalah orang yang berdisiplin dalam latihan agar menjadi yang terbaik serta bertanding menurut peraturan-peraturan yang ada. Demikian juga orang Kristen harus melatih diri agar imannya semakin kuat dan suci, serta mengetahui bahwa peraturan kehidupan Kristen yang tertinggi adalah kasih dan ia harus membawa kasih itu dalam pelayanannya

Ketiga : Seorang Petani
Seorang petani adalah seorang yang harus bekerja keras, kemudian menunggu sampai musim panen dan bekerja keras lagi. Orang Kristen juga harus belajar lebih banyak bekerja, menaburkan benih firman yang baik kepada para pendengarnya, dan tidak melihat hasilnya dengan segera. Namun dengan ketekunan, bimbingan, dan kedisiplinan, pengajaran dapat mengahasilkan buah yang diharapkan

Dari ketiga gambaran tersebut kita dapat memahami bahwa menjadi pelayan Kristus harus hidup penuh ketaatan, kerja keras, disiplin dan sabar. Bagaimana dengan saudara? 

REFLEKSI
Menjadi seorang pelayan Kristus haruslah dijalani dengan penuh ketaatan, kerja keras, disiplin dan panjang sabar. Apakah saudara sudah memiliki dan melakukan itu semua? Jika belum lakukanlah mulai sekarang!

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya, jika selama ini saya menjadi pelayan Tuhan yang kurang bersungguh-sungguh. Sekarang tolonglah saya agar menjadi pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus menjadi pelayan Tuhan yang taat, kerja keras dan sabar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«