suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Tesalonika 3 : 10 – 15.

Tema : Nasehat yang Berguna.

PENGANTAR.

Dewasa ini begitu banyak orang yang tidak bekerja. Sebagian besar dari orang yang tidak bekerja disebabkan karena belum ada pekerjaan/peluang. Sedangkan sebagian kecil karena malas/tidak mau bekerja. Bagi yang belum ada peluang masih sangat dimungkinkan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun yang menjadi persoalan adalah mereka yang tidak mau bekerja. Seringkali mereka membuat persoalan dan menjadi persoalan. Itulah yang terjadi di jemaat Tesalonika. Ada banyak jemaat yang tidak mau bekerja bahkan meninggalkan pekerjaannya sehingga dikemudian hari menjadi persoalan serius. Lalu bagaimana rasul Paulus membimbing mereka supaya mereka kembali bekerja.

PEMAHAMAN.

  1. Persoalan apa saja yang terjadi di jemaat Tesalonika ? ( ayat 10-11 )
  2. Bagaimana rasul Paulus menasehati mereka ? apa nasehatnya ? ( ayat 12-15 )
  3. Pelajaran apa yang kita dapat dari bacaan kita ?

Pengaruh dari ajaran sesat yang berkembang di jemaat Tesalonika tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua berakibat fatal yakni, sebagian besar jemaat Tesalonika tidak mau bekerja bahkan meninggalkan usahanya.Mereka-mereka yang tidak bekerja inilah yang menjadi masalah dan seringkali membuat masalah. Kelakuan mereka sering merusak nama baik kekristenan. Paulus menyebut mereka sebagai orang yang tidak tertib hidupnya dan orang yang sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna dan gila dengan urusan orang lain. Kondisi seperti ini tidak dapat dibiarkan. Lalu apa yang dilakukan oleh rasul Paulus ? Pertama, Rasul Paulus memberi teladan ( renungan kemarin ) kedua, Paulus membimbing mereka dengan nasehat-nasehat yang berguna.

Dengan tegas rasul Paulus mengatakan, “kami peringati dan nasehati……” disini rasul Paulus memperingatkan dan menasehati jemaat Tesalonika yang tidak mau bekerja, yang hidupnya tidak tertib, yang sibuk dengan hal-hal tidak berguna. Apa isi nasehat rasul Paulus ? Pertama : Tetap tenang melakukan pekerjaannya. Intinya Paulus menginginkan mereka untuk berhenti berbuat keributan, berhenti menganggur, berhenti hidup bergantung kepada orang lain, dan kembali bekerja dan menikmati hasilnya. ( ayat 12). Kedua : Jangan jemu-jemu berbuat baik. Maksud rasul Paulus adalah supaya sebagai orang Kristen hidup saling meneladani. Ketiga : Tegorlah orang yang tidak mau mendengar/tidak taat. Orang-orang yang tidak taat/tidak mau mendengar tidak boleh dianggap musuh tetapi harus ditegor sebagai seorang saudara sehingga mereka mau berubah.

Sebuah pelajaran yangberharga bagi kita, manakala kita melihat persoalan-persoalan krusial ditengah-tengah jemaat, bagaimana seharusnya kita memberi teladan dan menasehati seperti seorang bapa menasehati anaknya. Amin.

REFLEKSI.

Renungkanlah : Bagaimana sikap saudara ketika melihat anggota jemaat yang tidak mau bekerja, hidupnya tidak tertib, suka ribut dan lain sebagainya ? apa yang saudara lakukan ?

TEKADKU.

Ya Tuhan, tolonglah saya supaya dapat menasehati orang yang malas, hidupnya tidak tertib dengan sabar.

TINDAKANKU.

Saya harus memiliki sikap peduli kepada orang-orang yang hidupnya tidak tertib.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*