suplemenGKI.com

Jumat, 11 Mei 2018

10/05/2018

1 Yohanes 5:9-13

 

“Allah Bersaksi”

 

Pengantar
Di gereja kesaksian menjadi suatu hal yang lumrah. Orang bercerita dan menyaksikan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Namun bagian firman Tuhan hari ini berbicara mengenai kesaksian yang datangnya dari Allah sendiri mengenai Yesus Kristus, Sang Anak Allah. 

Pemahaman

Ayat 9             : Apa yang membedakan kesaksian manusia dan kesaksian Allah?

Ayat 10           : Bagaimana agar kita dapat menerima kesaksian itu?

Ayat 11-13      : Apa kesaksian tentang Anak Allah yang disampaikan oleh Allah sendiri? Apa maksud dari kesaksian tersebut disampaikan?

Yohanes mencatat bahwa kesaksian yang diberikan oleh Allah adalah lebih kuat dibanding dengan kesaksian manusia. Kesaksian mengenai hidup kekal, yaitu hidup yang hanya dapat diperoleh jika kita percaya kepada Yesus, Anak Allah. Kesaksian Allah lebih kuat sebab Yesus berkata bahwa hanya Bapa yang benar-benar mengenal Anak (Mat. 11:27). Kesaksian yang diberikan Allah mengenai Yesus terlihat ketika Tuhan Yesus dibaptis oleh Yohanes (Mat. 3:17); juga pada momen transfigurasi (Mat. 17:5). Tuhan Yesus sendiri berbicara mengenai kesaksian yang Allah berikan tentang-Nya (Yoh. 5:32), namun manusia tidak pernah melihat dan mendengar Allah secara langsung (Yoh. 5:37). Sehingga kesaksian itu diberikan Allah melalui para nabi, rasul, dan setiap orang yang Ia pakai untuk bersaksi tentang Yesus.

Jika kita dapat percaya kepada kesaksian sesama manusia, mengapa tidak pada kesaksian Allah sendiri? Ia menyaksikan apa yang dikerjakan-Nya agar manusia memperoleh hidup kekal melalui Yesus Kristus. 

Refleksi
Banyak orang merasa ragu akan keselamatan yang dapat diperoleh di dalam Yesus Kristus. Berpikir bahwa mana mungkin bisa selamat dengan semudah itu. Berita baiknya bahwa jalan yang sulit telah diselesaikan Tuhan Yesus, sehingga benar bahwa kita “hanya” perlu percaya pada-Nya untuk memperoleh hidup kekal itu. 

Tekadku
Tuhan, tolonglah agar aku dapat mempercayakan hidupku kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Tidak hanya menerima-Nya sebagai Juruselamat yang memberikan hidup kekal, namun juga sebagai Tuhan yang berkuasa atas hidupku. 

Tindakanku
Menaruh percaya kepada Tuhan Yesus berarti membiarkan Ia mengambil kontrol hidup saya seutuhnya. Belajar untuk taat pada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»