suplemenGKI.com

Jumat, 11 Juli 2014.

10/07/2014
Faith

Faith

Roma 8:1-11.

 

Merdeka Karena Percaya, Bukan Karena Melakukan

 

Pengantar:
Banyak orang merasa aman jika merasa cukup mengerti peraturan, apalagi sanggup menaatinya. Padahal semakin banyak ia tahu peraturan semakin besar potensinya untuk melanggar peraturan tersebut. Karena pada hakekatnya manusia berdosa (masih hidup menurut daging) memiliki kecenderungan  untuk berbuat dosa. Misalnya: Ada orang mengerti peraturan Lalu-Lintas, maka ia juga pasti mengerti celah-celah mana yang bisa dilakukan demi terhindar dari ketahuan melanggar peraturan lalu-lintas. Padahal ketika ia berusaha mencari celah agar tidak dikatakan melanggar sebenarnya dia sudah melanggar peraturan lalu-lintas. Lalu bagaimana dengan Hukum taurat, mungkinkah seseorang yang mengerti taurat dapat dengan sempurna melakukan Taurat dan dikatakan merdeka?

Pemahaman:

  1. Dapatkah seseorang merdeka karena ia melakukan hukum taurat?
  2. Bagaimana caranya kita dapat merdeka terhadap dosa?

Rasul Paulus dengan jelas mengatakan bahwa hukum taurat itu tidak dosa, sebaliknya melalui taurat kita mengenal dosa. Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan (Rm 7:7-8) Hal itu menjelaskan, semakin mengetahui dosa melalui taurat, semakin kuat kecenderungan untuk melanggarnya. Dengan demikian seseorang tidak mungkin dapat merdeka ketika ia berusaha untuk melakukan taurat dengan sempurna, karena ia tidak mampu melakukannya dengan sempurna. Di satu sisi taurat itu adalah kudus, perintah itu juga kudus, benar dan baik (7:12) Satu-satunya cara untuk merdeka dari dosa dan kecenderunganya adalah mengakui, menerima pengorbanan Yesus Kristus serta membiarkan roh yang diutus-Nya menjadikan orang yang mengimaninya merdeka. Merdeka di sini adalah dibebaskan dari dosa dan kuasanya yang mengakibatkan kematian. Hidup mengimani Kristus memungkinkan kita untuk  hidup menurut roh, memikirkan hal-hal yang dari roh yang muaranya adalah terwujudnya keinginan Kristus yakni agar kita hidup damai sejahtera serta pulihnya relasi dengan Allah. Karya Kristus yang bangkit dan membebaskan itu bukan hanya memerdekakan kita dari kebinasaan karena kegagalan melaksanakan hukum taurat  tetapi juga membuat kita yang beriman kepada-Nya bebas dari hukum dosa. Hidup beriman kepada Kristus, berarti membiarkan Kristus bekerja dalam diri kita untuk  memerdekakan kita dari dosa.

Refleksi:
Dengan usaha dan daya-nya kita tidak mungkin mengalami kemerdekaan dari kuasa dosa, tetapi dengan percaya, menerima kuasa pengorbanan Tuhan Yesus kita dimerdekakan dari dosa dan hidup berdamai dengan Allah.

Tekad:
Tuhan, ingatkanlah saya agar tidak berusaha mengandalkan kemampuan saya dalam menaati firman-Mu tetapi ajarlah saya selalu berserah kepada-Mu dalam melakukan firman-Mu.

Tindakan:
Saya akan selalu membuka diri untuk diajar, dituntun dan dikuatkan oleh Tuhan Yesus Kristus agar dapat melakukan firman-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«