suplemenGKI.com

KUASA ROH KUDUS YANG MENGUBAHKAN HIDUP

Kisah Para Rasul 8:14-17

 

Pengantar
Samaria adalah bangsa yang dikucilkan oleh kaum Yahudi. Bangsa Samaria sebenarnya bermula dari bangsa Yahudi pula. Namun, pada saat Israel utara jatuh ke tangan kerajaan Asyur, kerajaan Asyur mengasimilasi orang-orang dari luar, sehingga keturunan mereka mayoritas adalah keturunan campuran. Keturunan campuran inilah yang kelak disebut kaum Samaria, dan mereka dibenci karena dianggap bahwa darah mereka tidak lagi murni Yahudi. Melihat kondisi tersebut, tidaklah mengherankan bila bangsa Yahudi menganggap rendah kaum Samaria. Dalam bacaan hari ini, kita akan melihat dan merenungkan bersama bagaimana kuasa Roh Kudus menjangkau tanah Samaria sehingga mereka beroleh keselamatan dari Allah.

Pemahaman

  • Ayat 14          : Berita apakah yang mendasari pengutusan Petrus dan Yohanes ke Samaria?
  • Ayat 15-17    : Apa yang Petrus dan Yohanes lakukan ketika tiba di Samaria?

Sebelum Petrus dan Yohanes diutus untuk pergi ke Samaria, Filipus telah lebih dulu memberitakan tentang Mesias di tanah Samaria (ayat 5). Pemberitaan Injil ke Samaria bukanlah hal yang mudah, karena harus menghadapi tekanan dan ancaman yang menghadang (lihat ayat 7). Namun, karena kekuatan Roh Kudus memampukan Filipus untuk memberitakan Injil ke Samaria. Alhasil, ketika Filipus memberitakan tentang Kristus dan orang-orang  melihat tanda-tanda yang diadakannya, maka mereka di Samaria dengan bulat hati menerima Firman Allah. Bahkan seorang yang bernama Simon yang banyak melakukan Sihir juga turut bertobat dan dibaptis.

Ketika para rasul mendengar berita bahwa tanah Samaria telah menerima Firman Allah, maka Petrus dan Yohanes diutus untuk pergi ke sana (ayat 14). Tugas pengutusan yang diterima oleh Petrus dan Yohanes bukan untuk bersaing dengan Filipus, melainkan untuk saling membantu sebagai sesama rekan pelayanan. Jemaat di Samaria pun masih tergolong baru dan membutuhkan pelayanan lebih lanjut. Oleh karena itu, ketika Petrus dan Yohanes tiba di sana, mereka berdoa, membimbing, serta menguatkan iman jemaat di Samaria agar semakin bertumbuh. Petrus dan Yohanes menumpangkan tangannya ke atas mereka yang telah dibaptis dalam nama Tuhan dan menerima Roh Kudus (ayat 17). Melalui perikop ini kita melihat bahwa kuasa Roh Kudus sanggup menjangkau dan mengubahkan hidup bangsa yang dianggap kafir dan tak layak masuk kerajaan Allah. Sehingga mereka beroleh keselamatan dari Yesus Kristus dan mengalami pertobatan hidup.

Refleksi
Allah membimbing para murid untuk dapat memberitakan Kristus sehingga mereka yang belum mengenal Dia dapat diselamatkan. Bagaimana dengan kita? Bagaimana cara pandang kita selama ini terhadap orang-orang yang belum mengenal Tuhan? Bukankah sudah seharusnya kita juga menceritakan tentang kasih Tuhan kepada mereka melalui kehidupan sehari-hari?

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk memiliki keberanian untuk dapat berbagi menceritakan kasih-Mu dalam kehidupan sehari-hari kepada orang-orang di sekitarku.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah seorang keluarga/teman/tetangga yang baru mengenal Kristus untuk mendoakan dan menceritakan tentang kasih Yesus agar ia semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«