suplemenGKI.com

PULIHKANLAH KAMI , YA TUHAN!

Mazmur 126 

 

Pengantar
Hidup adalah perjalanan. Menyusuri perjalanan hidup berarti siap merangkai peristiwa demi peristiwa, berkat demi berkat, kesulitan demi kesulitan serta harapan demi harapan. Semuanya menjadi rangkaian  cerita kehidupan yang bisa dikenang sekaligus sebagai alat pembelajaran. Hari ini kita akan belajar dari rangkaian cerita kehidupan umat TUHAN di masa lalu seperti yang ditulis dalam nyanyian ziarah Mazmur 126. 

Pemahaman

  • Ayat 1-3  :  Mengapa umat TUHAN bersukacita?
  • Ayat 4-6  : Apa yang selanjutnya dialami umat TUHAN sehingga  mereka berseru, “Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN..!”

Mazmur ini dilatar belakangi sukacita umat TUHAN yang telah dibebaskan dari negeri pembuangan. Sungguh di luar dugaan, mereka diselamatkan dan dibebaskan TUHAN dari kesengsaraan dan pahitnya hidup di tanah pembuangan. Sungguh seperti mimpi rasanya! Mereka boleh pulang ke tanah air. Mereka bersukacita dan bersorak-sorai  sebab TUHAN telah melakukan perkara besar bagi mereka.

Akan tetapi ketika mereka berjalan pulang hingga tiba di Tanah perjanjian, ternyata berjumpa dengan kesengsaraan yang lain lagi. Saat mereka tiba di kampung halaman  yang telah lama mereka tinggalkan, mereka melihat kondisi yang hancur berantakan. Namun  pengalaman dipulihkan dan diselamatkan TUHAN membuat mereka tidak putus harapan. Mereka berjalan melewati kesengsaraan demi kesengsaraan serta terus berjuang  sambil  berseru dengan penuh pengharapan, “ Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN!”.

Pemazmur menegaskan bahwa ada pengharapan di tengah penderitaan. TUHAN yang akan memulihkan umat di tengah kesulitan. Belajar dari pengalaman iman di masa lalu, TUHAN akan bertindak. Orang yang berjalan maju meski dengan cucuran  air mata  akan diganti dengan sorak sorai.

Dalam perjalanan hidup ini, kesengsaraan, kesulitan dan persoalan datang silih berganti. Saat ini pun kita  masih bergumul dengan pelbagai kesulitan, keterbatasan dan pembatasan di masa pandemi Covid-19.  Sugguh tak terduga pandemi berkepanjangan seperti ini. Apakah kita memiliki pengharapan seperti umat TUHAN  di masa lalu? Janganlah  putus harapan! Nyatakan pengharapan dalam kalimat doa, “Pulihkanlah kami ya TUHAN!”  Percayalah TUHAN sedang bertindak melakukan perkara besar bagi kita semua. Perjalanan kita tak berakhir di sini.

Refleksi:
Dalam keheningan, tuliskanlah peristiwa demi peristiwa yang telah Saudara lewati!

Apakah yang Saudara rasakan ketika hari ini Saudara menyadari  telah berhasil melewati semua peristiwa itu? Apakah dalam setiap peristiwa ada TUHAN yang berkarya memberi pertolongan? Ucapkan atau tuliskanlah satu kata atau satu kalimat respon spontan dari refleksi perjalanan yang baru saja Saudara buat! 

Tekadku:
Ya TUHAN berikanlah aku kekuatan untuk melanjutkan perjalanan kehidupan agar aku siap menghadapi aneka kesulitan dalam iman dan pengharapan kepada TUHAN.

Tindakanku:

  • Aku akan terus berjuang melanjutkan perjalanan kehidupan dengan penuh keberanian.
  • Setiap kali menghadapi kesulitan, aku akan berkata dengan penuh iman, “ Bersama TUHAN, aku bisa!

Aku akan terus memanjatkan doa pengharapan agar TUHAN menyelamatkan dunia ini dari badai Covid-19.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«