suplemenGKI.com

Filipi 4:8-13

RAHASIA SUKACITA (bagian 2)

 

PENGANTAR
Kemarin kita telah belajar bahwa surat Filipi dikenal dengan “The Book Of Joy”, sebab keempat pasalnya bertema sukacita.  Pasal empat bertemakan ‘Sukacita atas berkat Tuhan’.  Melalui perikop ini kita belajar kembali rahasia sukacita yang Paulus sampaikan?  PEMAHAMAN
Ayat 8: Apa rahasia sukacita Paulus?
Ayat 9: Bagaimana teladan yang dinyatakan oleh Paulus?

Bagaimana dasar sukacita yang ada dalam diri kita?

Kemarin kitabelajar rahasia sukacita yang dituliskan Paulus, yaitu sukacita tercipta jika ada kebaikan hati bagi semua orang dan adanya kedekatan hubungan dengan Tuhan.  Dalam bagian ini, apalagi rahasia sukacita itu?  Pertama: Sesungguhnyamanusia cenderung memikirkan apa yang jahat dan tidak benar di mata Tuhan.  Banyak hal yang kita lakukan dipicu dan dikendalikan oleh apa yang kita pikirkan. Misalnya, jika kita berpikir jahat maka kita akan menyatakannya pula dalam relasi dan sikap kita terhadap orang lain sehingga sukacita tidak dapat tercipta. Sebaliknya, apabila kita memikirkan apa yang benar, mulia, adil, suci, dll (ay.8) maka kita juga akan melakukan hal-hal benar, mulia, adil, suci, dll. Agar sukacita itu bisa tercipta maka dengan anugerah Tuhan kita melatih pikiran kita dengan jalan merenungkan firman Tuhan yang sedap di dengar itu (ay.8).  Pikiran kita membutuhkan anugerah Tuhan agar dapat berfungsi dengan benar. Pengudusan pikiran adalah hal yang sangat penting.  Jika hati kita telah dikuduskan oleh Kristus maka serahkan pikiran untuk dikuduskan-Nya sehingga sukacita bisa kita rasakan dalam hubungan dengan sesama.

Kedua: Keyakinan akan kekuatan Tuhan yang memampukan dalam menghadapi segala perkara.  Ay.13 “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”.  Tentu setiap hari kita diperhadapkan pada persoalan atau kesulitan hidup yang terkadang merebut sukacita kita.  Sesungguhnya kita tidak dapat menanggung segala sesuatu sendiri.  Dia selalu ada bersama kita.  Namun keberadaan-Nya bukan meniadakan segala persoalan atau kesulitan hidup.  Tetapi keberadaan-Nya memberi kekuatan agar kita kuat dan bertambah kuat dalam menjalani hidup dengan segala kesulitannya.  Sehingga, sukacita itu tetap mewarnai hari-hari kita bersama sesama.

Paulus sendiri telah mempraktikkan prinsip-prinsip atau rahasia sukacita yang telah ditulisnya.  Dia hidup dan melayani tanpa didikte oleh keadaan (ay.10-13).  Dalam kesemuanya itu Paulus telah memberi teladan bagaimana dia tetap bersukacita walaupun dia mengalami banyak kesulitan dalam pemberitaan Injil.  Keteladanannya itu nyata karena sukacita itu nyata dia miliki.  Bagimana dengan  diri kita?

REFLEKSI   
Mari merenungkan: Apakah pikiran kita sudah kita serahkan untuk terus menerus di kuduskan-Nya?  Siapa yang kita andalkan dalam menghadapi kesulitan hidup?

TEKADKU
Tuhan aku mau belajar melatih pikiranku untuk merenungkan hal-hal yang benar, yang mulia, dll serta mewujudkannya dalam hidupku setiap hari.
TINDAKANKU
Aku mau memikirkan hal-hal yang baik dan segera menolak pikiran yang jahat, agar aku mengalami damai dan sukacita.  Dan sukacita itu pun dirasakan sesamaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«