suplemenGKI.com

Roma 10:4-8

 

Melakukan Kebenaran Karena Iman

Pengantar:
            Seseorang pernah berkata, bahwa apa yang dia lakukan jika tidak merugikan, tidak menyakiti dan tidak mengganggu orang lain itu berarti dia sedang melakukan kebenaran dan melaluinya dia akan selamat. Pertanyaannya, apakah perbuatan kebenaran menurut manusia itu sesuai dengan standart kebenaran Tuhan? Oh tidak, jika perbuatan kebenaran manusia itu sesuai dengan standart kebenaran Tuhan maka Tuhan itu sama dengan manusia. Jika Tuhan itu sama dengan manusia, maka tidak ada gunanya beriman kepada Tuhan. Adakah manusia yang mampu melakukan kebenaran sekalipun itu hanya kebenaran menurut manusia? Jawabnya tidak ada, karena sesungguhnya tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah merugikan, menyakiti dan mengganggu orang lain, kecuali dia tinggal di pengasingan yang seumur hidupnya tidak pernah berelasi dengan manusia lainnya. Lalu bagaimanakah kebenaran karena iman itu?

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditekankan melalui pernyataan di ayat 4-5?
  2. Apakah sesungguhnya kebenaran karena iman (Lih. V. 6-8)

Pada Perjanjian Lama para ahli Taurat mengajarkan bahwa melakukan hukum Taurat itu menjadi standart hidup yang rohani. Orang yang melakukan hukum Taurat dengan tanpa cacat cela, maka dia dipandang melakukan kebenaran dan dia layak disebut memenuhi standart hidup yang rohani. Jika melakukan hukum Taurat hanya untuk memenuhi standart hidup rohani, maka itu akan membentuk manusia untuk beriman pada dirinya sendiri. Ketika seseorang merasa sudah sempurna dalam melakukan hukum Taurat, maka dia akan merasa sudah hidup benar dan tidak perlu lagi dibenarkan melalui beriman kepada Yesus. Pemahaman ini tidak ubah seperti cerita di pengantar tadi. Kebenaran karena iman adalah melakukan hukum Taurat atau firman Tuhan karena percaya kepada Tuhan Yesus, karena mengasihi Tuhan Yesus dan karena mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan yang telah membenarkan kita.  Kebenaran karena iman, sesungguhnya berbicara tentang melakukan firman Tuhan, karena menyadari bahwa sudah mengalami pembenaran melalui anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Refleksi:
Mari kita merenungkan. Apakah selama ini kita melakukan kebaikan, hidup benar dan melayani Tuhan baik di gereja maupun melalui karya kita adalah karena kita telah mengalami pembenaran di dalam Kristus? Atau supaya kita memenuhi standart hidup yang benar?

Tekad:
Tuhan, tolongkah saya agar ketika saya melakukan apa yang difirmankan Engkau itu semata-mata karena saya menyadari bahwa saya telah dibenarkan oleh Engkau di dalam Yesus.

Tindakan:
Belajar terus menghayati bahwa baik saya melayani, bekerja, berelasi dengan sesama adalah dalam rangka mengucap syukur karena telah dibenarkan oleh Allah di dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*