suplemenGKI.com

Filipi 4:1-9

 

Sujud Menyembah Tuhan Yang Benar dengan Segenap Akal Budi

 

Pengantar
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang sangat istimewa. Berbeda dengan mahluk ciptaan lainnya, manusia diciptakan Tuhan menurut Gambar dan Rupa-Nya. Manusia dilengkapi dengan akal budi sehingga mampu untuk berfikir dengan daya nalarnya hingga tingkat yang sangat tinggi. Ia memiliki kehendak, emosi berikut kemampuan mengendalikannya, daya imajinasi, dan kemampuan melakukan refleksi. Namun di balik kemampuan akal budinya itu, manusia juga rentan menggunakan akal budinya menurut standar dan pola hidup duniawi. Oleh karenanya Rasul Paulus mengingatkan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2, TB).

Pemahaman

- Ay. 1              : Menurut Sdr apa alasan Rasul Paulus meminta jemaat di Filipi agar
berdiri dengan teguh dalam Tuhan
? Ayat ini dimulai dengan
kata “Karena itu …”, maka sebaiknya kita membaca pasal dan
ayat-ayat sebelumnya. Dalam Pasal 3 ayat 17-21, Rasul Paulus
memberikan beberapa nasihat (ayat 17-21) yang kemudian ditutup
dengan kalimat penyimpul pada Pasal 4 ayat 1.

- Ay. 2-3          : Mengapa Rasul Paulus memberi nasihat para aktifis agar “sehati
sepikir”?

- Ay. 4-6          : Lalu mengapa pula Rasul Paulus memberi nasihat agar kita harus
selalu bersukacita dan tidak kuatir?

- Ay. 7              : Jaminan apa yang Tuhan berikan menurut Rasul Paulus terkait
dengan Ayat 6?

- Ay. 8-9         : Apa yang Rasul Paulus ajarkan berkenaan dengan apa yang perlu kita
pikirkan dan lakukan? Mengapa demikian?

Agar dapat mengalami transformasi hidup (Filipi 3:21) kita perlu berupaya untuk berdiri teguh pada landasan yang benar, yakni dalam Tuhan, bukan yang lain. Rupanya “ego” juga bisa menjadi allah palsu yang begitu ditinggikan sehingga sulit bagi anak-anak Tuhan untuk bekerjasama satu dengan yang lain. Agar dapat sehati sepikir, maka kita perlu belajar rendah hati dan hanya meninggikan Tuhan saja, bukan diri sendiri. Ketika kita memusatkan diri dengan bersujud sembah kepada Tuhan, maka segala kekuatiran, ketakutan, kegalauan akan berubah menjadi sukacita karena kedekatan kita kepadaNya sehingga hati kita dipenuhi oleh damai sejahtera Tuhan. Untuk itu kita perlu mendisiplin pikiran kita dengan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan sehingga berbuah tindakan yang disertai Allah sumber damai sejahtera.

Refleksi
Apakah aku senantiasa berdiri teguh dalam Tuhan? Apakah aku sudah bersujud sembah kepada Tuhan dengan segenap akal budiku?

Tekad
Aku mau mendisiplin pikiranku agar terbiasa memikirkan hal-hal yang Tuhan berkenan agar damai sejahtera Tuhan menyertaiku.

Tindakan
Menerapkan apa yang telah aku pelajari dalam kehidupan sehari-hari (ayat 9)

 

.=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«