suplemenGKI.com

KEPASTIAN HIDUP

I Tesalonika 4:13-18

 

PENGANTAR
Pada masa awal pertumbuhan gereja Tuhan, semangat menyambut kedatangan Tuhan kedua kali sangat tinggi.  Itulah yang rasul Paulus tuliskan dalam perikop yang kita baca hari ini.  Dalam semangat menanti kedatangan Tuhan itu, rasul Paulus menasihati agar setiap orang percaya mengerti dan meyakini kepastian hidup kekal bersama-Nya.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 14: Bagaimana keyakinan rasul Paulus berkaitan dengan orang-orang yang sudah mati di dalam Tuhan?
  • Ayat 17: Bagaimana keyakinan rasul Paulus tentang hidup kekal?
  • Apakah kita sudah memiliki keyakinan kehidupan kekal?  Apa yang seharusnya kita lakukan dalam penantian kedatangan-Nya?

Rasul Paulus menolak dukacita yang berlebihan ketika seseorang meninggal dunia.  Umat Tuhan harus menghadapi kedukaan itu tanpa kehilangan harapan.  Kesedihan boleh diungkapkan tetapi jangan berkepanjangan.  Mengapa?  Karena kematian itu hanya perpisahan yang bersifat sementara, walaupun tidak mudah hidup dalam keterpisahan.  Paulus mengatakan dengan jelas bahwa orang yang mati di dalam Kristus akan dikumpulkan-Nya bersama-sama Dia “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (ay.14).  Itulah pengharapan yang harus diyakini ketika kita teringat atau mengenang orang-orang yang kita kasihi, yang terlebih dahulu meninggalkan kita.

Bagiamana dengan diri kita atau orang-orang yang hidup dalam masa penantian ini?  Bagaimana keyakinan rasul Paulus? Paulus menegaskan “sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (ay.17).  Itulah janji-Nya yang memberi harapan pasti dan kekal dalam hidup setiap umat yang percaya kepada-Nya.  Itulah antusiasme rasul Paulus dan jemaat mula-mula akan kedatangan Tuhan yang kedua kali.  Maka, pengharapan akan kedatangan Tuhan seharusnya diimbangi dengan hidup beriman serta memberi hidup terbaik seperti pengharapan terbaik yang dilimpahkan-Nya.  Hari Tuhan pasti sungguh-sungguh terjadi.  Hari Tuhan akan sungguh-sungguh menjadi pesta perjumpaan: penuh dengan kegembiraan sebab orang percaya berjumpa dengan Sang Sumber kekekalan itu.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Hari Tuhan pasti sungguh-sungguh terjadi, maka kita akan menikmati hidup kekal bersama-Nya.  Itulah pengharapan kita, yang seharusnya membawa kita memberi hidup yang baik kepada-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar sungguh-sungguh mempersiapkan diri menyambut perjumpaan dengan-Mu, mengupayakan hidup lebih baik, meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Mu. 

TINDAKANKU
Aku mau meninggalkan kebiasaan buruk ………… (berkaitan pelayanan atau relasi di tempat kerja) yang tidak berkenan kepada-Mu sebagai bukti sungguh-sungguh mempersiapkan diri berjumpa dengan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*