suplemenGKI.com

Jumat, 10 Mei 2019

09/05/2019

BERSATU UNTUK MELAYANI

Wahyu 7:13-17

 

Pengantar
Jika kita diberi pertanyaan, mengapa alasan saudara mau melayani di gereja? Mungkin kita akan menjawab: karena saya benar-benar rindu untuk melayani, karena saya ingin membalas kasih Tuhan yang besar dalam hidup saya, atau mungkin karena ingin mencoba dan belajar untuk melayani. Manakah jawaban kita? Alasan kita melayani berkaitan dengan bagaimana sikap kita dalam melayani Tuhan? Mari kita renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 13-15    : Apakah maksud pertanyaan dari seorang dari tua-tua dalam penglihatan itu kepada Yohanes? Dan bagaimanakah jawaban Yohanes?
  • Ayat 16-17    : Bagaimanakah keadaan orang banyak itu ketika mereka bersama dengan Anak Domba?

Yohanes menampilkan sebuah percakapan tentang identitas orang banyak tersebut melalui pertanyaan para tua-tua. Orang banyak itu adalah orang-orang kudus yang telah mengalami kesusahan besar, yang telah membasuh jubah mereka dengan darah Anak domba dan telah membuatnya putih. Bentuk kata kerja Yunaninya erchomenoi menjelaskan penderitaan yang sedang berlangsung (Present Participle) seakan menekankan bahwa semua orang Kristen telah dan akan mengalami tekanan penganiayaan dimanapun di sepanjang sejarah sampai akhir zaman. Dahulu sudah banyak orang kudus yang mati dan menderita karena iman mereka dan akan terus bertambah sampai genap jumlah dan waktu Tuhan pada akhir zaman. Ini adalah salib bagi pengikut Kristus. Melalui penderitaan karena iman tersebut mereka telah menyucikan pakaian mereka, bukan dengan darah mereka sendiri yang tercurah sebagai martir tetapi melalui darah Anak Domba yang telah menghapus kekotoran dosa.

Mereka berada di hadapan takhta Allah dan melayani siang dan malam di Bait Suci-Nya (Ay. 15). Penyembahan yang terus menerus dari umat Allah tersebut sebagai persembahan di hadirat Allah dengan penuh sukacita yang berfokus kepada Allah. Dalam penyembahan umat yang berpusat kepada Allah, Yohanes juga menjelaskan suatu relasi timbal balik dari Allah. Ia yang duduk di atas takhta itu juga membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Keadaan di surga tersebut telah disaksikan Yohanes untuk menjadi petunjuk bagi kita hari ini untuk melihat kesatuan dan keutuhan umat percaya dalam cakupan gereja secara universal, tubuh Kristus. Cakupan menyeluruh ini harus melampaui segala perbedaan tempat, waktu dan pribadi yang ditebus. Hanya ada satu dasar gereja yang universal, yaitu sifat-sifat Allah dan karya-Nya di dalam Kristus yang sudah menyelamatkan kita. Hanya ada satu pusat penyembahan kita yaitu Dia yang bertakhta di surga meskipun berbeda bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. 

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana keadaan pelayanan kita di gereja, relasi kita dengan rekan sepelayanan? Apakah sudah mencerminkan kesatuan dan keutuhan dalam satu Tubuh Kristus seperti yang digambarkan dalam penglihatan Yohanes?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah kami supaya kami menyadari bahwa kami sebagai jemaat Tuhan adalah bagian dari satu kesatuan Tubuh Kristus yang tidak dapat dipisahkan. Ajar kami untuk bisa saling mengasihi dan bersatu untuk melayani dan memuliakan nama-Mu.

Tindakanku
Saya akan belajar untuk menerima perbedaan dalam bergereja dan pelayanan, belajar untuk mengasihi  dan menghormati yang lemah, serta belajar untuk memperhatikan sebagai satu kesatuan Tubuh Kristus untuk bersama melayani di gereja, sekolah, rumah atau dimanapun saya berada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»