suplemenGKI.com

TERBUKA MELAYANI SEMUA ORANG

 

Kisah Para Rasul 10:34-38

 

Pengantar
Petrus sedang berjumpa dengan Kornelius dan keluarganya. Kornelius bukan seorang pengikut Kristus, namun pertemuan mereka mengarah pada pesan Kristus untuk Kornelius, sehingga ia menjadi percaya kepada-Nya. Hari ini kita diajak merenungkan tentang Petrus yang mau berkarya dalam melayani, seperti Yesus yang pernah melayani orang-orang di sekitarnya. 

Pemahaman 

  • Ayat 34-36 : Mengapa Petrus mau melayani seperti Yesus?
  • Ayat 37-38 : Bagaimana cara melayani seperti Yesus?

Kornelius adalah seorang perwira pasukan Romawi yang hidupnya saleh. Meskipun ia bukan orang Yahudi tapi menjalankan ibadah  dengan begitu rupa sehingga  terkenal baik di antara seluruh  orang Yahudi. Orang memuji dia sebagai orang baik, bijaksana dan murah hati. Kornelius dan keluarganya menyambut Petrus dan bercakap-cakap tentang apa yang dialaminya.  Petrus pun menyampaikan kepada Kornelius bahwa ia adalah orang yang dikasihi Tuhan.

Melihat siapa Kornelius, tentu semakin jelas bahwa Petrus diminta oleh Tuhan untuk bertumbuh dalam jangkauan pelayanan dengan meninggalkan sikap eksklusif yang hanya mau melayani orang Yahudi. Petrus diminta mengabarkan Injil kepada semua orang dan semua bangsa. Melalu keterbukaan pelayanan yang merangkul semua orang (sikap inklusif) karya kasih Yesus menjadi kesaksian bagi banyak orang. Dalam pelayanannya, Petrus belajar untuk melayani seperti Yesus, Sang Guru yang mau melayani semua orang tanpa membeda-bedakan.

Kita pun diajak untuk memperhatikan sekitar kita dan melayani setiap orang yang membutuhkan kasih Tuhan dengan sukacita dan tanpa membeda-bedakan. Pelayanan tidak boleh dilakukan dengan pola pikir eksklusif yang hanya memikirkan kelompok sendiri. Sebaliknya, pelayanan mesti dilakukan untuk menyebarkan kasih Kristus bagi semua orang dalam sikap inklusif yang mau menyapa dan merangkul semua orang. Sikap inklusif  akan membawa kasih Kristus kepada semua orang, tanpa membeda-bedakan, hingga  mereka pun semakin mengenal kebenaran di dalam nama Yesus Kristus.

Refleksi
Ingatlah ketika kita ingin berbagi berkat, siapa sajakah yang kita pikirkan? Apakah hanya  keluarga, teman dekat, saudara seiman ? Ataukah kita mau berbagi berkat untuk semua orang yang membutuhkan walaupun dia bukan keluarga dan teman kita? Apakah melalui diri kita, Injil dan kasih Tuhan telah disalurkan kepada semua orang?

Tekadku
Tuhan, aku ingin semakin sungguh-sungguh melayani-Mu dengan berbagi karya kasih-Mu yang menyelamatkan semua orang; tanpa membeda-bedakan. 

Tindakanku
Aku akan terus memikirkan siapa orang lain di luar komunitasku yang perlu ku layani agar mereka merasakan karya  kasih Tuhan yang menyelamatkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«