suplemenGKI.com

Jumat, 10 April 2015

09/04/2015

Yohanes 20:19-23

RASAKAN DAMAI SEJAHTERA-NYA

 

PENGANTAR
Setiap orang pasti mendambakan keadaan atau hati yang damai sejahtera.  Namun, keadaan damai itu sangat terasa sulit digapai karena kesulitan hidup, kesehatan yang semakin menurun, usaha atau pekerjaan yang tidak ada peningkatan, dll.  Sehingga, damai sejahtera itu tergantikan oleh rasa takut dan kuatir.  Apakah damai sejahtera itu masih bisa kita miliki?

PEMAHAMAN

Ayat 19a: Bagaimana keadaan para murid?

Ayat 19b: Apa berita yang disampaikan Tuhan Yesus saat menampakkan diri kepada para murid, sesaat setelah kebangkitan-Nya pada waktu para murid dalam keadaan takut?

Apakah hari ini damai sejehtera Tuhan itu masih bisa kita miliki?

Para murid belum mengalami damai dan kesukaan dari kabar kebangkitan Kristus, walaupun  Maria, Petrus, dan Yohanes telah menyaksikan kubur Yesus kosong serta berjumpa dengan malaikat-Nya.  Para murid pasti telah mendengar berita kebangkitan Yesus.  Namun faktanya mereka bersembunyi di ruang berkunci karena takut kepada para pemimpin Yahudi.  Ketakutan yang sudah menyerang mereka sejak menjelang Yesus di salib kini menjadi-jadi.  Apa yang Yesus lakukan?  Meskipun pintu terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri di tengah-tengah mereka.  Yesus mengulang kata-kata yang telah diucapkan-Nya dalam perpisahan-Nya “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh.14:27).  Dalam perjumpaan itu Yesus berkata sampai dua kali “Damai sejahtera bagi kamu” (ayat 19b dan 21).  Setelah itu, Tuhan Yesus menunjukkan bekas luka pada tangan-Nya dan lambung-Nya.  Yesus hidup!

Dalam ruangan yang terkunci itu para murid mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang hidup.  Dalam persekutuan itu, masing-masing pribadi mengalami perjumpaan dengan Yesus.  Maka, di tengah-tengah ketakutan sekejap mereka mengalami kepenuhan makna damai atau syalom, yaitu kepenuhan damai sejahtera dalam hidup karena memiliki hubungan yang intim dengan Allah.  Ayat 20b mengatakan “Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan”.  Perjumpaan yang mendatangkan sukacita dan damai yang memenuhi hati, yang tidak dapat diceritakan namun bisa dirasa, seperti yang Yesus katakan “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu”.  Sukacita dan damai itu akhirnya membawa para murid lepas dari rasa takut serta memiliki keberanian untuk keluar dari ‘ruang terkunci’ melanjutkan karya.Lalu, Tuhan Yesus menghembuskan Roh Kudus bagi para murid.  Roh Kudus menyertai para murid untuk menjadi utusan yang disertai oleh wibawa Sang Pengutus sendiri (ayat 23).

REFLEKSI
Masing-masing kita tidak bisa lepas dari rasa takut, kuatir dan cemas; disaat menghadapi kesulitan dan pergumulan hidup.  Perjumpaan dengan Tuhan Yesus, baik secara pribadi maupun dalam persekutuan adalah hal yang prinsip agar damai sejahtera yang Dia sediakan itu mengalir dalam hati kita.  Masihkah kita menyediakan (mengusahakan) waktu untuk berjumpa dengan-Nya?
TEKADKU
Tuhan aku mau membangun persekutuan pribadi dengan Engkau, agar didalam situasi apapun damai sejahtera Tuhan itu mengalir dalam hatiku.

TINDAKANKU     
Aku mau menyediakan (mengusahakan) waktu bersekutu berjumpa dengan Tuhan Yesus, sebab perjumpaan dengan-Nya pasti mendatangkan damai sejahtera dan kekuatan dalam hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«