suplemenGKI.com

Efesus 5:1-2

Tampil Menjadi Terang

Dunia tempat tinggal kita saat ini seringkali digambarkan sebagai tempat gelap yang membutuhkan terang.  Dan yang diutus menjadi terang itu adalah orang-orang percaya atau anak-anak Tuhan.  Lalu apakah mereka sudah menunjukkan fungsi sebagai terang itu?  Coba lihat diri kita, keluarga kita, tetangga kita yang sudah percaya Yesus dan lebih luas lagi lihat gereja kita!  Tentu ada yang sudah menunjukkan terang, ada yang berusaha menjadi terang namun tidak sedikit yang belum menunjukkan terang.  Bahkan mungkin ada yang tidak mau tahu tentang pengutusan Tuhan untuk menjadi terang itu.  Mari fokus dalam Efesus 5:1-2 untuk mengingatkan kita agar berfungsi memberikan terang bagi dunia sekitar kita.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Dalam Efesus 5:2 apa ajakan rasul Paulus bagi setiap orang percaya?
  2. Rasul Paulus menyebutkan teladan Kristus.  Apa teladan Kristus yang disebutkan rasul Paulus? (ayat 2)
  3. Apakah kita sudah menunjukkan hidup sebagai terang?

 

RENUNGAN

Perubahan hidup dari perilaku manusia lama kepada perilaku sebagai manusia baru merupakan hal yang penting dibicarakan Paulus dalam bagian ini.  Yang akhirnya manusia baru itu harus menjadi anak-anak terang.  Anak-anak terang itu seharusnya hidup sebagai ‘penurut-penurut’ Allah (ayat 1).  Paulus juga mendorong orang percaya untuk meneladani Kristus (ayat 2). Hidup dalam kasih merupakan bukti nyata meneladani Kristus.

Hal itu berarti Paulus menginginkan agar jemaat Efesus berani tampil beda dalam kehidupannya.  Tujuannya adalah agar mereka menjadi berbeda dengan orang di luar Kristus dan menjadi terang.  Oleh karena itu Paulus memberikan penekanan bahwa setiap orang percaya harus memiliki landasan kehidupan yang telah diletakkan oleh Kristus, yaitu kasih-Nya yang dalam untuk umat-Nya sehingga Ia rela menyerahkan diri sebagai kurban persembahan yang harum bagi Allah (ayat 5:2).  Paulus menegaskan agar jemaat mempraktikkan pola kasih Kristus ini dalam kehidupan mereka, bukan saja sebagai suatu keharusan tetapi juga sebagai tanda atau bentuk keunikan dalam kehidupan Kristen.  Di zaman sekarang ini, sulit menemukan orang atau keluarga Kristen yang memiliki pola hidup seperti ini.  Artinya, tidak semua orang Kristen dapat mempraktikkan prinsip mengasihi dan mengampuni seperti anjuran Paulus.  Akan tetapi jangan kita mengartikan kesulitan itu sama dengan tidak mungkin.  Yesus Kristus telah memberi teladan untuk itu dan Dia pasti menolong agar kita mampu.  Karena Kristus telah melakukannya untuk kita, maka hal-hal yang tidak mungkin bagi kebanyakan orang menjadi mungkin bagi kita.

Maka hakikat orang percaya yang sudah mengenal Kristus diutus tampil beda untuk berfungsi menjadi terang.  Dengan kata lain hakikat menentukan fungsi.  Artinya, tentara hidup sebagai tentara, atlit hidup sebagai atlit, dan dokter hidup sebagai dokter.  Terlihat aneh jika artis hidup sebagai tentara.  Maka, tidaklah benar apabila anak-anak terang hidup sebagai anak-anak gelap.  Bagaimana dengan hidup kita?  Apakah sudah menunjukkan fungsi sebagai terang?  Mungkin kita berkata ‘bagaimana mungkin memikirkan menjadi terang sedangkan hidup saja masih susah!’.  Sulit untuk menjadi terang.  Seringkali itulah yang kita anggap menjadi kendala dan menjadi alasan bagi kita sehingga tidak lagi berfungsi sebagai terang.  Kesulitan hidup!  Benarkah kita tidak bisa menjadi terang karena adanya kesulitan hidup?  Pasti bisa!  Mulailah dari hal-hal kecil dalam hidup, pasti bisa.  Mari bersama-sama kita melakukannya!

 

Masing-masing orang percaya seharusnya tampil menjadi terang sehingga terang itu bercahaya semakin besar dan luas bagi dunia yang gelap.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«